Deskripsi
Buku ini disusun sebagai upaya mendalam untuk melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi terhadap teori intelijen di Indonesia. Penulisan karya ini didasari oleh kegelisahan akademik dan praktis mengenai adanya kesenjangan yang lebar antara persepsi publik dengan realitas profesional di lapangan. Di satu sisi, publik sering kali mengaitkan dunia intelijen dengan aksi spionase fiktif yang glamor layaknya dalam layar lebar. Namun di sisi lain, realitas akademik menunjukkan bahwa intelijen adalah sebuah disiplin manajemen pengetahuan yang sangat kaku, berbasis pada logika yang kuat, dan metodologi yang rigit.
Tanpa landasan teoretis yang kokoh, aktivitas intelijen keamanan dikhawatirkan hanya akan terjebak dalam pola kerja reaktif yang sporadis—sebuah pola di mana aparat baru bergerak setelah ancaman menjelma menjadi tragedi nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, buku ini hadir untuk memperkuat fondasi tersebut dengan mengeksplorasi hakikat intelijen melalui lensa ontologi dan epistemologi guna mendefinisikan jati dirinya yang dinamis dalam mendukung pengambilan keputusan strategis.
Buku ini juga memotret tantangan masa depan, mulai dari transformasi digital, peran Big Data, hingga penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) yang menawarkan kemampuan prediksi luar biasa namun sekaligus membawa dilema etis baru. Di era siber ini, intelijen keamanan harus mampu mengelola “misteri”—pola-pola yang belum terbentuk di tengah masyarakat—dan bukan sekadar mencari “rahasia” yang disembunyikan lawan. Diharapkan buku ini dapat menjadi kompas intelektual dalam menavigasi kompleksitas ancaman modern, mulai dari terorisme, kejahatan siber, hingga kejahatan keuangan sistemik.
- Penulis: Stanislaus Riyanta; Antonius D.H.S
- ISBN: xxxx
- Halaman: 354
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.