Deskripsi
Dalam konteks sosial hari ini kita menyaksikan dan mendengar entah untuk keberapa kalinya kata-kata sunnah dan bid’ah mengalami pemaksaan tekstual dan obesitas pemaknaan. Tetapi yang jelas apa yang kita tangkap hari ini terkait dua kata yang telah menjadi totem tersebut, mengalami pergeseran luar biasa dari konteks makna awalnya. Oleh karena itu, untuk melakukan kajian terkait isu-isu sunnah dan bid’ah sudah barang tentu akan bersinggungan dengan dasar yuridis, etis filosofis, dan sosiologis-antropologis dari konsep sunnah dan bid’ah yang harus dicari sandaran hukumnya (normatif) dalam al-Qur’an, terutama dari hadis dan beberapa pendapat ulama terkait dengan konsep sunnah dan bid’ah tersebut. Termasuk dalam memahami hadis tentang bid’ah yang menjadi sumber pokok permasalahan yang dipahami secara literal, kaku bahkan ekstrem. Bagaimana tidak, sangatlah tidak mungkin jika umat Islam hari harus sama persis dengan kehidupan Nabi Saw. sehingga tidak ada kemunkinan bagi kita untuk berprilaku dan besikap yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Saw sebelumnya, tidak hanya dalam urusan ibadah tetapi juga mencakup aspek duniawi. Oleh karena kehidupan pada era saat ini semakin berkembang baik dari aspek keilmuan, pengetahuan, bangunan dan lain sebagainya. Sebenarnya term bid’ah tidaklah mengalami perkembangan, hanya saja subjek atau pelaku telah mengalami pergeseran makna dan pemikiran, yang awalnya menentang dan menyebut hal itu bid’ah dan sesat, sekarang justru hal tersebut dirasa benar dan mulai melakukan atau mengikutinya. Relevansi hadis tentang bid’ah tidak berubah, namun kenyataannya pada saat ini, makna bid’ah telah berubah dan bergeser pada masing-masing kelompok bahkan dalam menentukan sebuah hukum masih diperdebatkan.
- Penulis: Dr.Rahman, M.Ag.; Prof. Dr. H. Ilyas, M.A.
- ISBN: 978-623-08-1463-1
- Halaman: 180
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.