Deskripsi
Kajian tentang Relasi Bahasa dan Politik terkait dengan Strategi Linguistik pada Debat Pilpres dan Pilkada di Ruang Digital Indonesia adalah untuk meunjukkan hubungan erat antara kekuatan bahasa dan dinamika politik dalam konteks demokrasi modern Indonesia. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk membentuk citra, mengarahkan opini publik, dan memobilisasi dukungan politik.
Dalam politik kontemporer Indonesia, khususnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), kemampuan berbahasa memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik serta memengaruhi preferensi politik masyarakat. Ruang digital menghadirkan bentuk komunikasi politik yang lebih terbuka, cepat, dan interaktif, sehingga kampanye kini meluas ke media sosial, portal berita, dan platform percakapan daring. Dalam konteks ini, strategi linguistik menjadi kunci untuk membangun citra kandidat, menanamkan ideologi, serta memobilisasi dukungan publik. Bahasa berfungsi sebagai instrumen utama dalam membentuk citra dan persepsi politik melalui pemilihan diksi yang santun, tegas, atau merakyat. Penggunaan kata “kita”, “bersama”, dan “rakyat” memperkuat solidaritas serta legitimasi moral, sementara retorika emosional dan repetitif menggugah empati dan loyalitas pemilih. Oleh karena itu, kemenangan politik tidak hanya ditentukan oleh visi dan program, melainkan juga oleh kekuatan komunikasi linguistik. Dalam konteks Pilpres dan Pilkada 2024, penelitian menunjukkan pentingnya menelaah performa kebahasaan dalam pidato debat Capres-Cawapres dan Cagub-Cawagub, terutama kaitannya dengan kepadatan dan kekerapan leksikal yang berpotensi memengaruhi perolehan suara serta keberhasilan kampanye di ruang digital.
- Penulis: Ermanto, Hasanuddin Ws, Havid Ardi, Novia Juita, Vicno Triwira Dhika Jr
- ISBN: 978-623-08-2254-4
- Halaman: 254
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.