Deskripsi
Buku ini pada dasarnya ditulis berdasarkan hasil penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terutama di Kabupaten Pringsewu Lampung. Kegiatan ini didukung oleh beberapa institusi antara lain Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Lingkungan Hidup, TPS3R, Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pringsewu. Selain itu juga, Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Trisakti dan kelompok orang muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pokdarwis (Forkom Pokdarwis) Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini fokus pada pengembangan kepariwisataan dan produk pendukung pariwisata mandiri dan berkelanjutan.
Pengembangan kepariwisataan mandiri dan berkelanjutan dengan pendekatan Community Base Tourism (CBT—Pariwisata Berbasis Komunitas) merupakan sebuah pendekatan strategis yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan berbagai potensi wisata daerahnya. Penerapan konsep CBT harus mempertimbangkan dan menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.
Penerapan konsep CBT dalam pengembangan pariwisata yang mandiri dan berkelanjutan pada dasarnya bertujuan untuk menggugah kesadaran bahwa pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan (ekonomi) saja tetapi juga sebagai sarana pelestarian dan pengembangan budaya masyarakat lokal dan menjaga terciptanya kelestarian alam dan lingkungan. Selain itu juga untuk mendorong masyarakat agar mampu menggali, mengelola, mengembangkan, dan mempromosikan berbagai potensi lokal seperti keindahan alam, kearifan budaya lokal, hingga berbagai produk pendukungnya seperti suvenir, oleh-oleh, dan kuliner khas yang ada.
Kemandirian bukan berarti semua aktivitas dilakukan sendiri, tetapi tetap menjalin relasi (berkolaborasi) dengan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah, pelaku usaha, swasta, media komunikasi, penggerak pariwisata, dan wisatawan. Masyarakat atau pengelola tetap menjadi peran utama dalam pengelolaan destinasi. Dengan demikian tercipta rasa memiliki yang kuat terhadap destinasi wisata sehingga masyarakat tidak hanya sebagai penonton tetapi sekaligus dapat menikmati hasil dari pengembangan pariwisata di daerahnya. Di sinilah pentingnya pengembangan SDM dan institusi lokal (Pokdarwis) yang berkualitas agar mampu mengelola destinasi di daerahnya.
Sedangkan prinsip keberlanjutan pada dasarnya menekankan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya untuk generasi mendatang. Pengembangan wisata bukan hanya untuk hari ini, oleh karena itu harus mengembangkan gaya hidup peduli lingkungan, tidak boleh merusak lingkungan, dan menghilangkan nilai-nilai sosial budaya masyarakat lokal hanya untuk kepentingan komersial.
Akhirnya, tujuan utama pengembangan pariwisata adalah terciptanya kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan identitas lokal dan lingkungan alam. Pariwisata tidak dipandang lagi hanya sebagai alat industri eksploitatif yang mengejar keuntungan ekonomi, melainkan sebagai alat pemberdayaan yang memperkuat jati diri masyarakat dan komunitas. Dengan demikian, kepariwisataan mandiri dan berkelanjutan menjadi dasar dalam membangun masa depan yang seimbang dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pelestarian alam, dan terciptanya kondisi sosial budaya yang adaptif dan harmonis.
- Penulis: Suharsono; A.Y. Agung Nugroho; Alfonso Harrison; Yerik Afrianto Singgalen; V. Rachmadi Parmono; H.C. Royke Singgih
- ISBN: 978-623-08-2354-1
- Halaman: 298
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.