Deskripsi
Buku ini menelusuri jejak sejarah dan pemikiran Syekh Siti Jenar, sosok sufi kontroversial yang mengguncang fondasi politik dan keagamaan Jawa pada masa awal berdirinya Kesultanan Demak. Melalui ajarannya tentang manunggaling kawulo gusti, Syekh Siti Jenar memperkenalkan gagasan spiritual yang menolak batas hierarkis antara rakyat dan elite, antara syariat dan hakikat, antara dunia lahir dan batin. Ajaran tersebut tidak hanya menjadi gerakan keagamaan, tetapi juga gerakan sosial dan kultural yang menumbuhkan kesadaran baru tentang kebebasan berpikir dan kesetaraan spiritual di tengah sistem feodal dan kekuasaan yang menindas rakyat kecil. Latar penting dari kisah ini adalah Dukuh Lemahabang, wilayah yang dipercaya sebagai salah satu pusat penyebaran ajaran Syekh Siti Jenar dan para pengikutnya. Di tempat inilah mistisisme Islam berbaur dengan nilai-nilai lokal Jawa, melahirkan bentuk spiritualitas khas Nusantara yang menolak otoritarianisme agama dan kekuasaan. Buku ini menggali bagaimana nilai-nilai tasawuf Syekh Siti Jenar menjadi benih revolusi sosial senyap yang mengubah cara masyarakat Jawa memahami diri, kekuasaan, dan ketuhanan. Dengan pendekatan historis, sosiologis, dan teologis, buku ini mengungkap konflik antara mistisisme dan politik, ketegangan antara rakyat dan istana, serta warisan spiritual yang membentuk watak keagamaan masyarakat Jawa hingga masa kini. Di antara pengkhianatan, penindasan, dan pencarian kebenaran sejati, sosok Syekh Siti Jenar tampil bukan hanya dikenal sebagai tokoh sesat, tetapi dalam perspektif lain sebagai pembebas spiritual yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan universal di tanah Jawa. Buku ini menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana mistisisme Islam mampu melahirkan perubahan sosial, membebaskan manusia dari dogma, dan menuntun mereka menuju kesejatian diri dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesama.
- Penulis: Jati Pamungkas, M.A.
- ISBN: xxxx
- Halaman: 220
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.