Deskripsi
Buku ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Al-Qur’an tidak saja berbicara tentang pendidikan secara umum, tetapi juga mengajarkan prinsip-prinsip multikultural secara khusus. Oleh karena itu, konsep pendidikan multikultural dapat digali dan diformulasikan dengan merujuk kepada sumbernya yang utama, yaitu Al-Qur’an. Buku ini bertujuan untuk menemukan konsep pendidikan multikultural Al-Qur’an dari berbagai unsur pendidikan melalui sudut pandang seorang ulama Indonesia, yaitu Hamka (akronim dari Haji Abdul Malik Karim Amarullah). Hamka dipilih sebagai tokoh yang dikaji karena pemikiran dan pendidikannya. Selain sebagai praktisi pendidikan, Hamka juga dikenal sebagai ulama yang memiliki perhatian besar terhadap masalah pendidikan yang banyak menuangkan gagasan pendidikan Islam lewat karya-karyanya.
Pemilihan karya Hamka Tafsir Al-Azhar adalah selain karena karya ini berisi percikan pemikiran Hamka tentang pendidikan, juga karena belum adanya kajian secara komprehensif terkait pemikiran pendidikan Islam Hamka dari berbagai komponen pendidikan. Buku ini menyimpulkan bahwa sepanjang penafsiran Hamka atas ayat-ayat Al-Qur’an yang dibicarakan dalam Tafsir Al-Azhar, ditemukan pula pandangan Hamka tentang pendidikan Islam yang berkaitan dengan pendidik, anak didik, tujuan pendidikan, materi pendidikan, metode pendidikan, media pendidikan, dan evaluasi.
Selain itu, pemikiran Hamka dalam berbagai komponen pendidikan Islam disebut memiliki nuasa multikultural, seperti: 1) pendidik pendidikan Islam dalam pandangan Hamka mengemban tiga macam peran, yaitu peran universal, peran keteladanan, dan peran pembawa rahmat; 2) anak didik menurut Hamka perlu diberikan kesempatan berperan aktif dalam proses belajar-mengajar, kebebasan untuk mengakomodasi pelajaran dan kesempatan belajar, berperan, berkontribusi, dan kesempatan berkembang bagi semua peserta didik; 3) tujuan pendidikan Islam menurut Hamka di antaranya adalah menghasilkan pencerahan, perubahan, dan perbaikan terhadap perilaku (akhlak) anak didik, sehingga anak didik menjadi manusia yang berakhlak mulia, termasuk termasuk berakhlak mulia terhadap masyarakatnya; 4) materi pendidikan Islam menurut Hamka tidak perlu ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, dan perlu diberikan materi yang memuat nilai nilai-nilai persaudaraan, perdamaian, kesetaraan, persatuan, humanisme toleransi, tolong-menolong, kerja sama, berlaku baik, berbuat dan kasih sayang kepada sesama manusia; 5) metode pendidikan Islam menurut Hamka perlu dilaksanakan dengan cara membuka ruang untuk dialog, diskusi atau pendekatan demokratis bagi anak didik, 6) media pendidikan Islam menurut Hamka perlu menggunakan pendekatan yang memasukan unsur-unsur budaya atau melibatkan lingkungan sosial dan lingkungan budaya; dan 7) evaluasi pendidikan menurut Hamka tidak hanya bertujuan untuk mengukur intelektual dan kompetensi, tetapi juga sikap, perilaku atau akhlak anak didik, termasuk bagaimana sikap dan perilaku sosial anak didik dalam pergaulan bermasyarakat. Terakhir, pemikiran pendidikan Islam multikultural Hamka telah memberikan kontribusi secara umum terhadap pendidikan Islam di Indonesia, antara lain yang berkaitan dengan pendidik Islam, tujuan pendidikan Islam, materi pendidikan Islam dan media pendidikan Islam.
- Penulis: Dr. Ihsan Nul Hakim, S.Ag., M.A.
- ISBN: 978-623-08-2343-5
- Halaman: 396
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.