Deskripsi
Masjid dalam buku ini ditempatkan bukan hanya sebagai ruang ibadah, tetapi sebagai pusat pendidikan, pelayanan, kepemimpinan, dan pemberdayaan umat. Perjalanan membangun peradaban dimulai dari penguatan iman, ibadah, akhlak, dan literasi Al-Qur’an. Al-Qur’an dipahami bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk ditadabburi, diamalkan, dan menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan. Masjid kemudian menjadi laboratorium sosial yang menghubungkan ilmu, ibadah, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Dari sinilah lahir gagasan masjid sebagai pusat perubahan yang berakar pada nilai Islam dan menjawab tantangan zaman.
Peradaban tidak cukup dibangun dengan kesalehan personal, tetapi membutuhkan kemandirian sosial dan ekonomi. Karena itu, wakaf produktif diarahkan menjadi fondasi pembangunan manusia, ketahanan pangan, dan ekosistem industri halal yang berkelanjutan. Masjid, pesantren, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dipertemukan dalam ekosistem kolaboratif yang mengembangkan aset, pengetahuan, kewirausahaan, dan teknologi. Wakaf dapat berkembang menjadi pusat produksi, pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan sehingga manfaatnya terus tumbuh lintas generasi. Dengan pendekatan ini, masjid bergerak dari pusat ibadah menuju pusat kemaslahatan dan kemandirian umat.
Transformasi peradaban diperluas melalui dakwah digital, kecerdasan artifisial, wisata ziarah, dan pembelajaran kebudayaan. Teknologi dimanfaatkan secara etis untuk memperluas pendidikan dan dakwah, sementara perjalanan Muslim diarahkan menjadi proses belajar tentang sejarah, warisan budaya, dan jejak peradaban Islam. Banten, misalnya, diposisikan sebagai laboratorium pembelajaran yang mempertemukan sejarah, masjid, ulama, perdagangan, kebudayaan, dan perkembangan masyarakat. Wisata ziarah tidak berhenti pada perjalanan fisik, tetapi menjadi ruang refleksi untuk memahami masa lalu dan merancang masa depan. Dengan demikian, “Dari Masjid Membangun Peradaban” menawarkan sebuah gerakan yang menyatukan ibadah, ilmu, ekonomi, teknologi, dakwah, wisata, dan kebudayaan untuk menghadirkan masyarakat yang beriman, berilmu, mandiri, dan berkemajuan.
- Penulis: Nanah Sujanah; Siti Muhibah; Ma’zumi; Sujai Sholeh; Bai Rohimah; Nurul Fadhilah; Jakaria; Iwan Ridwan; Ima Maisaroh; Suaidi; Istinganatul Ngulwiyah; Wardatul Ilmiah; Syihabudin Said; Najmudin; Taswiyah; Abdurohim; Rasnam Rasyidi
- ISBN: xxxx
- Halaman: 248
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.