Deskripsi
Pembangunan desa telah lama menjadi wacana penting dalam agenda nasional, namun satu pertanyaan mendasar sering kali terabaikan: sejauh mana masyarakat desa benar-benar dilibatkan? Partisipasi yang dimaksud bukan sekadar kehadiran dalam musyawarah, tetapi keterlibatan yang bermakna, di mana suara warga didengar, dihargai, dan menjadi bagian dari arah pembangunan itu sendiri.
Buku ini lahir dari refleksi terhadap fenomena yang terjadi di banyak komunitas akar rumput. Bahwa partisipasi masyarakat desa tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan hasil dari berbagai faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Dua di antaranya yang paling berpengaruh adalah pendidikan dan pendapatan.
Dalam buku ini, saya menelaah bagaimana pendidikan membentuk keberanian warga untuk bersuara, serta bagaimana tingkat pendapatan memengaruhi ruang dan waktu yang dimiliki seseorang untuk terlibat. Masyarakat yang terdidik dan memiliki penghasilan yang stabil cenderung lebih aktif dan percaya diri dalam proses pembangunan. Sebaliknya, mereka yang berada dalam keterbatasan sering kali merasa tak layak untuk bicara, atau tidak sempat karena harus memenuhi kebutuhan harian.
Perlu di tegaskan bahwa dalam buku ini, istilah desa tidak merujuk pada satu wilayah administratif tertentu. Ia digunakan sebagai simbol dari komunitas lokal—ruang sosial di mana warga saling mengenal, berbagi kehidupan, dan memiliki potensi untuk bersama-sama membangun masa depan. Dengan pendekatan ini, pembahasan dalam buku ini diharapkan relevan bagi berbagai bentuk komunitas akar rumput di Indonesia, baik yang secara hukum disebut desa, kelurahan, kampung, atau sejenisnya.
- Penulis: Dr. Sakaria To Anwar, M.Si.
- ISBN: xxxx
- Halaman: 124
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.