Deskripsi
Orientalisme Setelah Edward Said merupakan Buku II dari trilogi yang menelusuri sejarah, transformasi, dan masa depan Orientalisme serta studi Islam. Jika Buku I merekonstruksi perjalanan panjang Orientalisme sebelum terbitnya Orientalism (1978), Buku II mengajukan pertanyaan yang lebih kontemporer: apakah kritik Edward Said mengakhiri Orientalisme, atau justru mendorong kelahiran bentuk baru yang lebih kompleks—Neo-Orientalisme?
Berangkat dari pengalaman lebih dari dua dekade mengajar Orientalisme dan Oksidentalisme serta berinteraksi dengan tradisi akademik Barat dan Muslim, buku ini menunjukkan bahwa pasca-Said terjadi perubahan besar dalam ekosistem kajian tentang Islam dan dunia Timur. Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut paradigma dan cara pandang sarjana Barat, tetapi juga struktur kelembagaan pusat-pusat Islamic, Middle Eastern, dan Asian Studies di berbagai universitas; semakin besarnya keterlibatan ilmuwan Muslim; perubahan pola pendanaan, beasiswa, kerja sama internasional, dan mobilitas akademik; hingga pergeseran tema serta agenda penelitian.
Buku ini juga memperlihatkan bahwa Orientalisme tidak lenyap, melainkan mengalami transformasi. Produksi pengetahuan tentang Islam kini berlangsung melalui universitas, pemerintah, think tank, lembaga donor, media, jaringan riset global, perusahaan teknologi, platform digital, algoritma, big data, dan kecerdasan buatan. Dalam dunia yang semakin multipolar, pusat produksi pengetahuan pun tidak lagi hanya berada di Eropa dan Amerika. Pada saat yang sama, ilmuwan dan institusi Muslim semakin bergerak dari posisi sebagai objek kajian menuju produsen, mitra, bahkan penentu agenda pengetahuan.
Transformasi tersebut memiliki konsekuensi besar bagi masa depan studi Islam di perguruan tinggi. PTKIN dan perguruan tinggi Muslim tidak cukup hanya mengajarkan kritik terhadap Orientalisme. Mereka perlu memahami perubahan kelembagaan, jaringan internasional, struktur pendanaan riset, perkembangan teknologi, serta kompetisi global yang akan menentukan siapa yang memproduksi pengetahuan tentang Islam dan untuk kepentingan apa.
Karena itu, buku ini penting bagi dosen, mahasiswa, peneliti, pimpinan perguruan tinggi, pengelola pusat studi, lembaga pemberi beasiswa, serta pengambil kebijakan pendidikan tinggi dan kerja sama internasional. Ia menawarkan pijakan untuk merancang studi Islam yang lebih percaya diri, kritis, kolaboratif, dan berdaya saing global, sekaligus membantu membangun pola baru hubungan akademik Timur–Barat yang lebih setara dan produktif.
- Penulis: Prof. Dr. Suaidi Asyari, MA., Phd
- ISBN: xxxx
- Halaman: 284
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.