Deskripsi
Sungguh dapat dipahami jika masyarakat negara-negara poskolonial Barat mengalami sikap yang bertentangan atau mendua terhadap sang kolonialis. Ada yang sangat memuja dan menyanjung, dan ada pula yang sangat membenci. Namun, ada pula yang secara lahiriah benci, tetapi diam-diam kagum, ibarat “benci tapi rindu”. Selain itu, ada pula yang berusaha objektif dan terbuka. Berbagai sikap yang berlainan itu tentu bukan tanpa alasan. Di Asia Tenggara, polemik kebudayaan di Indonesia pada 1930-an, dan karya Husein Alatas, Mitos Pribumi Malas yang terbit pada 1977, setahun sebelum Orientalism karya Edward W. Said terbit, adalah rekam jejak sikap-sikap yang berlainan itu. Dalam konteks inilah, Prof. Suaidi berupaya melihat hubungan Timut-Barat, kolonialis dan mantan-koloni, secara lebih objektif, dan tidak terjerumus kepada sikap naif yang hitam-putih.
Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A.
Guru Besar Sosiologi Agama, Direktur Pascasarja UIN Antasari
Buku ini lahir dari lebih dari dua dekade pengalaman mengajar, refleksi, keterlibatan akademis internasional, dan pertemuan langsung dengan tradisi intelektual Orientalis dan Muslim di Indonesia, Kanada, Australia, Eropa, dan dunia akademis global yang lebih luas. Orientalisme Sebelum Said bukan hanya upaya untuk meninjau kembali sejarah kajian Orientalis sebelum Edward Said, tetapi juga upaya untuk memahami bagaimana pengetahuan, kekuasaan, peradaban, dan representasi membentuk citra Islam dan dunia Muslim dalam sejarah modern. Namun buku ini melampaui kritik. Buku ini berupaya membuka jalan menuju hubungan yang lebih seimbang dan konstruktif antara Islam dan Barat dan dunia non-Muslim lainnya di era yang semakin ditandai oleh globalisasi, kecerdasan buatan, krisis ekologi, dan kerentanan manusia bersama. Masa depan peradaban tidak dapat seterusnya dibangun di atas biner yang kaku dan dominasi epistemologis. Hal yang dibutuhkan umat manusia saat ini adalah kesadaran baru akan saling keterkaitan, dialog etis, dan peradaban kooperatif yang berlandaskan keadilan, pengetahuan, dan tanggung jawab bersama.
Prof. Dr. Suaidi Asyari, M.A., Ph.D.
Guru Besar Pemikiran Politik Islam
- Penulis: Prof. Dr. Suaidi Asyari, M.A., Ph.D.
- ISBN: xxxx
- Halaman: 490
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.