Deskripsi
Buku ini merupakan karya keempat penulis. Jika tiga buku sebelumnya bertema “gado-gado”, kali ini penulis ingin mengajak pembaca menyelami satu isu yang sangat spesifik, krusial, namun sering kali luput dari sorotan tajam: peran oknum pejabat pembuat akta dalam pusaran korupsi aset negara.
Mengapa tema ini? Selama bertugas sebagai jaksa, khususnya saat menjabat Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur periode 2017–2019, saya melihat pola yang berulang. Penyelamatan aset negara yang spektakuler seperti YKP yang bernilai Rp5 triliun, Gelora Pancasila, hingga Jalan Kenari, hampir selalu berhadapan dengan “benteng” legalitas formal berupa akta-akta autentik.
Di situlah penulis menemukan fakta pahit. Oknum notaris, yang seharusnya menjadi pilar integritas hukum, terkadang justru menjadi “pintu masuk” bagi mafia aset.
Melalui buku ini, penulis memotret berbagai modus yang terjadi di lapangan. Ada yang “main mata” soal pajak seperti kasus Hendrik Jaury di Makassar, ada yang ceroboh mengeluarkan covernote fiktif seperti Gemara di Pangkal Pinang, hingga modus berani mati menyerobot aset pemerintah menggunakan dokumen orang yang sudah meninggal seperti di Malang.
Semua kisah di buku ini 100% berangkat dari fakta persidangan dan pengalaman pribadi saya menangani “perang” melawan mafia aset. Saya ingin menunjukkan bahwa di balik gedung-gedung mewah atau lahan strategis yang berpindah tangan secara ilegal, sering kali ada tanda tangan oknum notaris yang dibubuhkan dengan mata tertutup. Entah karena godaan materi atau murni abai pada prinsip ketelitian.
Menyelesaikan buku ini adalah tantangan tersendiri. Penulis harus kembali “mencuri” waktu di sela kesibukan tugas negara. Namun, saya sudah “berikrar” sejak menjabat Kajari Sangatta tahun 2012: satu jabatan, satu buku. Ikrar itu dimulai dari buku Sangatta: Catatan Seorang Jaksa (2012), lalu buku 55 Rekor di Korps Adhyaksa (2014) saat di Kejagung, dan buku Jaksa 24 Jam (2015) saat menjabat sebagai Kajari Surabaya. Buku ini adalah kelanjutan dari komitmen literasi tersebut.
- Penulis: Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H.
- ISBN: 978-623-08-2297-1
- Halaman: 118
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.