Deskripsi
MULTIPARADIGMA
Tarian Epistemik Filsafat Ilmu & Metode Penelitian dalam Samudera Kesadaran
DARI KEBINGUNGAN MENUJU PENCERAHAN.
DARI DATA MENUJU DAMPAK.
Riset tak lagi kaku. Ilmu kembali bernapas.
Temui tujuh jiwa pengetahuan yang menunggumu di Kafe Tepi Realitas:
☕ Sang Akuntan — Paradigma Positivis: Presisi angka, hukum sebab-akibat, realitas yang terukur.
☕ Sang Pendongeng — Paradigma Interpretivis: Makna tersembunyi dalam narasi, jiwa dalam tindakan manusia.
☕ Sang Pejuang — Paradigma Emansipatoris: Ilmu sebagai senjata pembebasan dari ketidakadilan struktural.
☕ Sang Badut — Paradigma Posmodernis: Menertawakan keangkuhan kebenaran tunggal; merayakan keragaman perspektif.
☕ Sang Penjaga Kitab — Paradigma Religionis: Merawat dimensi sakral dalam relasi yang utuh, adil, dan penuh kerentungan.
☕ Sang Pengembara — Paradigma Spiritualis: Menapaki jalan sunyi menuju transendensi; ilmu sebagai ziarah batin.
☕ Sang Nabi Ilmu — Paradigma Ilahi: Keheningan sebagai sumber wahyu; pengetahuan yang lahir dari penyerahan total.
Buku ini bukan sekadar panduan metodologi—ia adalah kompas epistemik yang akan:
✨ Mencerahkan jalan penelitianmu dengan filsafat ilmu yang hidup—bukan dogma kaku, tapi napas kesadaran yang mengalir.
✨ Menghidupkan metode penelitianmu dengan jiwa—bukan teknik mati, tapi cara hadir yang utuh, etis, dan transformatif.
✨ Menghasilkan ilmu yang benar-benar BERDAMPAK—bukan hanya di atas kertas, tapi di hati masyarakat, di bumi yang kita cintai, di ruang-ruang keadilan yang menanti sentuhanmu.
Bukan sekadar teori.
Bukan resep kaku.
Tapi pilihan etis dalam cara kau memandang dunia—dan hadir di dalamnya.
📖 31 desain penelitian transformatif
📖 7 metode penelitian yang fleksibel, refleksif, dan inovatif
📖 7 paradigma yang menari di atas samudra kesadaran
📖 7 kesadaran manusia yang unik dan utuh
📖 1 buku yang mengajakmu meneliti dengan integritas:
akal yang tajam,
hati yang peka, dan
tangan yang bertindak
Untuk mahasiswa, dosen, peneliti, aktivis—siapa pun yang percaya:
ilmu sejati bukan tentang menguasai dunia, tapi belajar bersamanya.
Turunlah ke medan riset—bukan sebagai ahli, tapi sebagai sesama yang hadir. Sebab pengetahuan yang tercerahkan adalah pengetahuan yang membebaskan.
- Penulis: Prof. Iwan Triyuwono, S.E., AK., C.A., M.EC., PH.D.
- ISBN: xxxx
- Halaman: 642
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.