Deskripsi
Buku ini menjadi sebuah referensi penting untuk melihat konteks lain dari konsep moderasi dengan sudut pandang yang berbeda. Moderasi Pendidikan. Berbeda dengan nomenklatur “moderasi beragama” seperti yang disebutkan dalam kebanyakan buku. Misal dalam buku yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama berjudul “Panduan Implementasi Moderasi Beragama di Madrasah”.
Istilah moderasi terdapat di dalam Al-Quran, berakar dari kata “ummatan wasathan”. Kata ini dalam tradisi bahasa Arab merupakan kata berpola na’at-man’ut (sifat dan objek yang disifati). Kata “ummatan” berkedudukan sebagai objek yang disifati yang bermakna segolongan masyarakat atau umat. Sedangkan wasathan berkedudukan sebagai kata sifat. Di mana makna dari kata “wasathan” adalah tengahan, berkeadilan, atau seimbang. Istilah ini selanjutnya lebih populer disebut dengan istilah moderat atau moderasi.
Jika kedua kata di atas digabungkan, maka secara teknis, istilah “ummatan wasathan” bermakna segolongan masyarakat yang berada di tengah, berkeadilan, dapat menempatkan segala hak individu atau kelompok dengan berimbang dan tidak berlaku curang. Inilah konsep ummatan wasathan sebagai geneologi istilah dari moderasi keumatan. Di mana konteks sosial dan keumatan ternyata jauh lebih dominan daripada konteks keagamaan. Termasuk kaitannya dengan konteks-konteks lain seperti konteks pendidikan.
Dalam buku ini akan diuraikan ragam konteks untuk melihat makna dari moderasi. Khususnya dalam konteks pendidikan dan keumatan secara seimbang. Bagaimana pendidikan yang moderat dan tidak bertentengan dengan nilai moralitas dan intelektualitas? Bagaimana implementasinya? Dan bagaimana Islam dapat menginspirasi implementasi pendidikan yang ramah dan damai?
- Penulis: Dartim Ibnu Rushd, M.Pd.
- ISBN: 978-623-8144-52-5
- Halaman: 182
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.