Moderasi Beragama dalam Al-Qur’an: Menakar Sentimen Tafsir Klasik dan Modern Melalui Pendekatan Linguistik, Maqāṣid al-Syarī’ah, dan Analisis Terstruktur Berbantuan Model Bahasa – Dr. Iskandar, M.Ag.

Rp103,000

Stok habis

, , Product ID: 52083

Deskripsi

Perdebatan mengenai ayat-ayat toleransi beragama dalam Al-Qur’an kerap memunculkan pembacaan yang berbeda antar tradisi tafsir, namun perbandingan sistematis mengenai bagaimana posisi historis mufasir klasik dan modern memengaruhi sentimen penafsiran masih jarang dikaji secara mendalam. Monograf ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji ayat-ayat toleransi melalui pendekatan tafsir tematik, memadukan analisis linguistik-semantik kosakata Al-Qur’an dengan pembacaan komparatif atas karya tafsir klasik dan modern. Tujuan kajian ini adalah menakar apakah jarak zaman antar-mufasir berkorelasi dengan pergeseran orientasi penafsiran—apakah tafsir klasik cenderung eksklusif sementara tafsir modern cenderung inklusif, ataukah keduanya justru membentuk mata rantai dinamika penafsiran yang saling terkait sesuai konteks zamannya. Dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini mentriangulasi analisis akar kata dari tiga kamus bahasa Arab klasik dengan pembacaan mendalam atas satu kitab tafsir klasik dan satu kitab tafsir modern, kemudian menyusun rubrik empat sumbu—cakupan subjek, status keberlakuan, dasar pembedaan, dan bentuk jaminan—sebagai alat penakaran sentimen, dengan pemanfaatan model bahasa besar pada peran yang terbatas dan dapat diaudit, yakni menandai bagian teks dan mengusulkan kategori awal, bukan melakukan penyekoran otomatis. Kerangka maqāṣid syariah difungsikan sebagai tolok ukur normatif untuk menilai arah sentimen tersebut. Temuan menunjukkan bahwa perbedaan antara kedua korpus tafsir tidak dapat direduksi menjadi dikotomi eksklusif-inklusif semata. Kedua mufasir berhimpit sepenuhnya pada sumbu dasar pembedaan, yakni sama-sama menempatkan perbuatan permusuhan dan bukan identitas keyakinan sebagai dasar perlakuan berbeda; tafsir klasik justru menawarkan bentuk jaminan yang lebih mengikat karena menyatakan perlindungan sebagai kewajiban hukum; sedangkan tafsir modern konsisten lebih luas pada sumbu cakupan subjek dan status keberlakuan. Perubahan penafsiran lintas zaman karena itu lebih tepat dibaca sebagai pergeseran tingkat abstraksi—dari mengatur secara terperinci menuju merumuskan secara asasi—daripada sebagai perpindahan dari menolak menuju menerima. Kajian ini menyumbangkan kerangka interdisipliner yang dapat direplikasi, memadukan filologi klasik, tafsir komparatif, penakaran sentimen terstruktur, dan teori maqāṣid. Pengujian kuantitatif berskala penuh atas keseluruhan korpus dinyatakan secara terbuka sebagai agenda utama penelitian lanjutan.

  • Penulis: Dr. Iskandar, M.Ag.
  • ISBN: xxxx
  • Halaman: 164
  • Ukuran: 15 x 23 cm
  • Tahun Terbit: 2026

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Moderasi Beragama dalam Al-Qur’an: Menakar Sentimen Tafsir Klasik dan Modern Melalui Pendekatan Linguistik, Maqāṣid al-Syarī’ah, dan Analisis Terstruktur Berbantuan Model Bahasa – Dr. Iskandar, M.Ag.”

Cek Ongkir