Deskripsi
Sosiologi lahir sebagai jawaban atas dinamika dan kegelisahan sosial yang menyertai perubahan zaman. Namun jauh sebelum Auguste Comte memperkenalkan istilah sociology pada abad ke-19, para pemikir besar di Timur seperti Ibn Khaldun telah menaburkan benih kajian sosial melalui karya monumentalnya Muqaddimah. Sejarah panjang pemikiran ini menegaskan bahwa sosiologi bukan sekadar ilmu, melainkan cermin refleksi manusia terhadap dirinya, masyarakat, serta lingkungannya.
Buku “Menelusuri Pemikiran dan Teoritis Tokoh-Tokoh Sosiologi” hadir untuk membawa pembaca menyelami gagasan, teori, serta warisan intelektual para tokoh yang meletakkan dasar hingga mengembangkan sosiologi dari Timur ke Barat, dari klasik hingga modern. Dengan bahasa yang sistematis, buku ini menyingkap perjalanan sosiologi melalui enam tokoh sentral yang berpengaruh besar: Ibn Khaldun, Auguste Comte, Émile Durkheim, Karl Marx, Herbert Spencer, Georg Simmel, hingga Harriet Martineau.
Setiap tokoh tidak hanya dikenalkan melalui biografi singkatnya, tetapi juga diletakkan dalam konteks sosial, politik, dan budaya pada zamannya. Ibn Khaldun misalnya, memandang masyarakat dengan teori siklus peradaban yang hingga kini relevan untuk memahami dinamika kekuasaan dan solidaritas sosial. Auguste Comte menandai kelahiran sosiologi modern dengan gagasan positivisme dan hukum tiga tahap, sementara Durkheim menekankan pentingnya solidaritas sosial, fakta sosial, dan studi empiris tentang bunuh diri sebagai pintu masuk memahami realitas.
Karl Marx membawa perspektif kritis dengan analisis konflik kelas, hubungan ekonomi-politik, hingga pandangannya tentang agama sebagai ideologi. Herbert Spencer menekankan evolusi sosial dengan analogi biologis yang menegaskan bahwa masyarakat senantiasa bergerak dari homogenitas ke kompleksitas. George Simmel mengajak pembaca menyelami interaksi mikro, pengaruh uang, metropolis, hingga simbolisme dalam kehidupan sehari-hari. Tak kalah penting, Harriet Martineau sebagai Mother of Sociology menegaskan pentingnya metodologi penelitian sosial serta membuka pintu pada sosiologi gender, menyoroti ketidaksetaraan dan perjuangan perempuan.
Dengan menyuguhkan pemikiran para tokoh dari berbagai perspektif, buku ini tidak hanya menjadi referensi akademis, tetapi juga sumber inspirasi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun siapa saja yang ingin memahami masyarakat secara lebih kritis dan mendalam. Disertai dengan contoh-contoh aplikasi penelitian serta relevansinya dalam konteks kontemporer, pembaca diajak untuk tidak berhenti pada teori, melainkan menggunakannya sebagai pisau analisis menghadapi fenomena sosial di era globalisasi dan digitalisasi saat ini.
Buku ini mengajarkan bahwa teori sosiologi bukan sekadar hafalan, melainkan alat untuk memahami dunia nyata: mengapa ketidaksetaraan terjadi, bagaimana solidaritas dibangun, bagaimana budaya dan struktur sosial terbentuk, serta bagaimana perubahan masyarakat berlangsung. Setiap bab membuka ruang dialog antara masa lalu dan masa kini, antara teori klasik dan realitas modern, sehingga memperlihatkan kesinambungan pemikiran yang tetap relevan lintas zaman.
Dengan gaya penyajian yang lugas, sistematis, dan mudah dipahami, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si, mengajak kita untuk menelusuri jejak-jejak para peletak dasar sosiologi sekaligus merenungkan posisi kita di tengah perubahan sosial yang terus bergerak. Buku ini adalah undangan untuk berpikir kritis, merefleksi, dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil, setara, dan manusiawi.
- Penulis: Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si.
- ISBN: 978-623-08-2005-2
- Halaman: 130
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.