Deskripsi
Bagaimana hukum negara, agama, dan adat berinteraksi dalam mengatur perkawinan di bawah umur di Indonesia? Buku ini mengupas perdebatan hukum yang mencerminkan tarik-menarik kepentingan antara norma-norma negara, ajaran agama, dan tradisi masyarakat adat.
Dalam sejarahnya, berbagai teori hukum muncul untuk menjelaskan posisi hukum Islam dan hukum adat dalam sistem hukum nasional. Teori Receptio in Complexu bermakna bahwa hukum Islam otomatis berlaku bagi umat Islam sebagai bagian dari hukum adat, sedangkan teori Receptie menempatkan hukum adat sebagai filter penerapan hukum Islam. Hazairin dengan teori Receptie Exit menegaskan bahwa hukum Islam berlaku langsung bagi umat Islam tanpa bergantung pada hukum adat, sementara Sayuti Thalib melalui Receptio a Contrario menyatakan bahwa hukum adat hanya berlaku jika tidak bertentangan dengan hukum Islam. Pendekatan eklektik kemudian muncul sebagai upaya kompromi dengan menggabungkan unsur-unsur yang dianggap paling sesuai dalam konteks sosial Indonesia.
Dalam konteks perkawinan di bawah umur, perdebatan ini semakin kompleks. Hukum negara, melalui revisi Undang-Undang Perkawinan, menetapkan batas usia minimum, namun di sisi lain, hukum Islam dan hukum adat memiliki tafsir yang beragam terhadap isu ini. Buku ini menelusuri bagaimana berbagai teori hukum tersebut berkontribusi dalam pembentukan kebijakan serta bagaimana masyarakat merespons regulasi yang ada.
Dengan analisis mendalam dan argumentasi yang kaya, buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, praktisi hukum, serta siapa saja yang ingin memahami dinamika hukum perkawinan di Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan perkawinan di bawah umur.
- Penulis: Arman S.H., M.Ag., M.A.
- ISBN: 978-623-08-1559-1
- Halaman: 232
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.