Kesuburan dan Kesehatan Tanah Lahan Basah Suboptimal – Muhammad Noor; Rabiatul Wahdah; Riza Adrianoor Saputra; Ronny Mulyawan; Nukhak NufitaSari; Jumar

Rp225,000

Stok habis

, Product ID: 43517

Deskripsi

Akhir-akhir ini perhatian terhadap lahan basah sangat besar. Upaya untuk menjadikan lahan basah suboptimal (baca: lahan rawa) sebagai lumbung pangan seolah-olah tidak pernah jeda atau jera. Sebetulnya upaya di atas sudah digagas sejak tahun 1970an bahkan diawali dari tahun 1955. Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., yang baru dilantik per 25 Oktober 2023, selaku pemerintah mencanangkan  program peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa yang masuk sebagai basah suboptimal mengikuti jejak Langkah Thailand.

Sekalipun baru diangkat sebagai Menteri Pertanian, dari jabatan yang sama pernah diemban pada periode 2014-2019, perhatiannya terhadap lahan basah suboptimal sangat tinggi.  Menurut  Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc., Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam Kata Pengantarnya menyatakan bahwa permasalahan utama dari lahan basah suboptimal adalah kesuburan tanah yang tergolong rendah, dengan berbagai kondisi spesifik. Kondisi dari lahan basah suboptimal yang bermasalah atau kurang subur ini memerlukan intervensi pengetahuan dan inovasi teknologi yang mumpuni.

Buku Kesuburan dan Kesehatan Tanah : Lahan Basah Suboptimal, hadir bertepatan dengan ramainya perbincangan  tentang  “kegagalan” Program Food Estate di lahan rawa Kalimantan Tengah.  Bagi masyarakat, kegagalan ini merupakan kegagalan pemerintah ke sekian kalinya. Dari awal dengan Proyek PLG (1995-1999), Rehabilitasi dan Revitalisasi (2002-2007), dan  terakhir Food Estate (2020-2023) di tempat yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan lahan basah suboptimal memerlukan upaya serius dan sungguh-sungguh, antara lain tahapan perencanaan yang tepat, rentang waktu yang cukup, dan finansial yang memadai. Kalau pemerintah sukses membangun jalan tol beribu-ribu kilometer, maka seyogyanya juga dapat berhasil dalam membangun lahan rawa sebagai kawasan pertanian. Oleh karena itu, tepat dikatakan kalau perlu dapat belajar ke Thailand, Vietnam, China atau Belanda yang dinilai berhasil menjadikan rawa sebagai lumbung padi, tebu, atau ubi kayu.

Buku yang  disusun oleh staf pengajar yang mengampu mata kuliah Kesuburan dan Kesehatan Tanah pada Fakultas Pertanian Univesitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengungkapkan berbagai masalah kesuburan tanah di lahan basah suboptimal dan upaya mengatasinya. Buku  Kesuburan dan Kesehatan Tanah ini terdiri atas delapan bab, mengemukakan tentang pengertian tanah, kesuburan dan kesehatan tanah (Bab 1); faktor-faktor pertumbuhan tanaman (Bab 2); ketersediaan dan kahat hara tanaman (Bab 3); Keracunan pada tanaman (Bab 4); kemasaman dan kegaraman (Bab 5); ameliorasi dan pemupukan (Bab 6); pupuk organik dan hayati (Bab 7); dan penilaian kesuburan tanah dan kesesuaian lahan (Bab 8). Bagi para mahasiswa, dosen, peneliti/periset, penyuluh, pemerhati, pengamat, pembuat kebijakan, pengusaha agribisnis buku ini layak dan penting dibaca untuk menambah pengetahuan dan referensi dalam meningkatkan pertanian Indonesia, khususnya lahan basah suboptimal pada masa depan.

  • Penulis: Muhammad Noor; Rabiatul Wahdah; Riza Adrianoor Saputra; Ronny Mulyawan; Nukhak NufitaSari; Jumar
  • ISBN: 978-623-08-1132-6
  • Halaman: 246
  • Ukuran: 15 x 23 cm
  • Tahun Terbit: 2024

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Kesuburan dan Kesehatan Tanah Lahan Basah Suboptimal – Muhammad Noor; Rabiatul Wahdah; Riza Adrianoor Saputra; Ronny Mulyawan; Nukhak NufitaSari; Jumar”

Cek Ongkir