Gandang Tasa: Raja Musik Perkusi Minangkabau – Prof. Dr. Asril, S.S.Kar., M.Hum.

Rp105,000

Stok habis

Deskripsi

Gandang tasa merupakan musik perkusi ritmis Minangkabau. Musik ini  terbentuk dari 6 sampai 10 instrumen gandang bermuka dua (double-headed drum) yang berukuran besar (diameter 48-52 cm) dan sebuah tasa bermuka satu (single-headed drum) dengan ukuran lebih kecil (diameter 30-35 cm). Musik ini tidak menggunakan instrumen melodis sama sekali. Kekuatan musikalnya hanya bertumpu pada organisasi dan susunan motif dan pola ritme gandang dan tasa hingga membentuk lagu. Ciri khas  musik ini adalah suara keras, enerjik, dinamik keras, dan dipertunjukkan pada lapangan terbuka dalam bentuk prosesi dan berada di tempat. Gandang tasa digunakan dalam berbagai konteks sosial: ritual, seremonial, dan hiburan dalam masyarakat.

Keberadaannya dalam suatu konteks ritual ada yang bersifat ketat yang tak tergantikan oleh ansambel musik musik lain, misalnya dalam upacara Tabuik dan mauluik gadang di Sicincin. Fungsi gandang tasa pada  ritual Tabuik adalah untuk membangun suasana khidmat, garang, pada ritus-ritus berdimensi keras hingga memicu perkelahian antar pendukung Tabuik. Gandang tasa menjadi ‘darah’ dalam pertunjukan ritual Tabuik—tanpa gandang tasa, ritual Tabuik tidak akan bermakna. Perannya hingga kini belum tergantikan oleh ansambel musik Minangkabau lainnya, selama sejarah keberadaan Tabuik di Pariaman. Peran gandang tasa dalam ritual mauluik secara umum untuk memeriahkan suasana, tetapi di Sicincin dalam ritual mauluik gadang, gandang tasa berfungsi untuk membangun suasana menjadi garang hingga mengakibat peserta prosesi mengalami trance.

Perkembangan gandang tasa sangat menggembirakan dari segi kuantitas dan kualitas. Secara tradisi, gandang tasa hanya dimainkan oleh laki-laki remaja dan dewasa, akan tetapi saat ini berkembang dengan munculnya grup gandang tasa perempuan dan anak-anak serta diajarkan di sekolah-sekolah. Secara kualitas muncul gandang tasa kreasi yang mengembangkan berbagai motif dan pola ritme tradisi menjadi tataan lagu-lagu baru yang bersifat fleksibel dari teknik dan cara memainkannya. Pengembangan juga dilakukan pada ‘koreografi’, yaitu beragam pola-pola gerak yang disusun secara harmonis dengan pola-pola ritmis gandang dan tasa. Secara artistik dan visual gandang tasa kreasi menawarkan estetika baru pada gandang tasa. Genre baru ini telah menarik perhatian banyak anak-anak muda laki-laki dan perempuan menjadi pelakunya. Diseminasi gandang tasa melalui media sosial kanal YouTube menjadi pilihan yang banyak dilakukan oleh seniman gandang tasa dalam upaya penyebarannya.

Hal yang sangat penting dari keberadaan gandang tasa berdasarkan pada karakter musikal dan perannya  dalam berbagai konteks ritual dan hiburan serta kekuatannya sebagai musik perkusi ritmis lapangan, menjadikan gandang tasa sebagai musik yang sulit ditandingi oleh jenis ansambel perkusi lainnya di Minangkabau. Dengan demikian gandang tasa pantas diberikan label raja musik perkusi Minangkabau.

  • Penulis: Prof. Dr. Asril, S.S.Kar., M.Hum.
  • ISBN: 978-623-08-1938-4
  • Halaman: 210
  • Ukuran: 15 x 23 cm
  • Tahun Terbit: 2025

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Gandang Tasa: Raja Musik Perkusi Minangkabau – Prof. Dr. Asril, S.S.Kar., M.Hum.”

Cek Ongkir