BERTANYA KEPADA ALLAH Refleksi Pemikiran tentang Persoalan Bangsa dan Solusinya dari Sudut Pandang Wahyu – Alaiddin Koto

Rp92,000

, , Product ID: 27690

Deskripsi

Begitu besarnya harapan untuk berubah menjadi negeri yang lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya, saat reformasi bergulir di tahun 1998, bangsa Indonesia menjadi tenggelam dalam euforia yang akhirnya kebablasan setelah sekian lama reformasi itu berjalan. Kehidupan berbangsa  dan bernegara yang semula diharap lebih demokratis, dinamis dan humanis, ternyata menjadi bola liar yang berlari kemana-mana, sehingga lengah atau bahkan lepas dari tujuan utama dilahirkannya reformasi itu sendiri. Ekonomi terasa semakin sulit, terutama oleh masyarakat umum, demokrasi semakin liar, terus semakin liar dan mendekat ke oligarki lalu akhirnya seperti terkungkung kembali ke era jauh sebelum reformasi digulirkan. Persoalan yang dihadapi bangsa bukannya semakin ringan dan menyenangkan, tetapi justru bertambah berat dan bahkan memunculkan kekhawatiran- kekhawatiran negeri ini akan semakin jauh dari cita-cita proklamasi tahun 1945. Sulit dicaritahu di mana asal mulanya keadaan ini berawal, siapa yang memulainya, kenapa muncul keadaan begini, dan solusi apa yang harus dilakukan agar kondisi ini  tidak semakin mengancam keberlangsungan hidup bangsa dan negara di masa datang.

Bila pertanayaan-pertanyaan itu diberikan kepada manusia, baik yang kini sedang berada di lingkungan kekuasaan, maupun yang bukan, akan muncul jawaban yang bermacam-macam, dan tidak jarang polemis, sangat politis, saling menyalahkan dan lain sebagainya. Jawaban- jawaban seperti itu tentu bukan hanya tidak menjadi penawar bagi suasana yang sudah panas, tetapi justru semakin memperpanas dan semakin memperparah perpecahan di kalangan internal bangsa Indonesia sendiri.

Al-Qur’an menyuruh agar bertanyalah kepada yang lebih tahu, bila kita tidak tahu. Tidak ada yang paling tahu secara pasti apa sebenarnya yang menjadi penyebab munculnya berbagai masalah di kalangan manusia sebagai makhluk individu selain dari Yang Mencipta manusia itu sendiri. Begitupun seterusnya. Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang menyebabkan timbulnya permasalahan di kalangan manusia sebagai sebuah bangsa dan juga negara, serta solusi apa yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan itu selain dari Yang Membuat manusia dan yang kemudian mengelompokkan mereka manjadi sebuah bangsa itu juga. Itulah Allah, Zat Yang Maha Mencipta, juga mencipta bumi tempat manusia membentuk bangsa dan negara. Dialah yang paling tahu dan bahkan maha tahu semua apa yang terjadi di jagat raya, termasuk di belahan bumi yang bernama Indonesia. Maka, tidak ada tempat bertanya yang lebih baik tentang semua itu selain kepada-Nya. Oleh karena Allah tidak bicara secara langsung kepada manusia, tapi menurunkan sabda-Nya dalam kitab suci-Nya, maka pertanyaan itu kita ajukan dan cari jawabannya juga dalam kitab suci tersebut, yaitu Al-Qur’an, sebagai kitab suci terakhir yang telah disempurnakan-Nya dari kitab-kitab suci sebelumnya.

Buku ini mencoba mengungkap sebagian saja dari persoalan-persoalan dan solusi tersebut sebagai upaya agar kita tidak lupa bahwa serumit dan seberat apa pun masalah yang dihadapi, tetap ada tempat bertanya yang paling sempurna, yaitu Allah Subhanahu wa ta’ala, Zat Yang Mahatahu akan segala-galanya. Buku ini juga mengingatkan agar kita selalu mengembalikan semua persoalan hidup, berapapun beratnya, kepada Allah, dan jangan pernah sekalipun juga berputus asa akan maha kasih dan sayang-Nya kepada kita sebagai hamba-Nya.

 

Penulis: Alaiddin Koto

ISBN: 978-623-231-830-4

Ukuran: 15 x 23 cm

Halaman: 246 halaman

Tahun: 2021

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “BERTANYA KEPADA ALLAH Refleksi Pemikiran tentang Persoalan Bangsa dan Solusinya dari Sudut Pandang Wahyu – Alaiddin Koto”

Pin It on Pinterest

Share This