Deskripsi
Ketika gugatan masyarakat adat Long Lestari terhadap korporasi raksasa masuk ke meja Pengadilan Negeri Samarinda, Hakim R. Satrio Wicaksana mengira ia hanya akan menangani perkara perdata biasa. Namun setiap lembar berkas mengantarnya pada potret ketimpangan: hutan yang hilang, sungai yang berubah warna, akses hidup yang tertutup, dan suara-suara adat yang lama tak terdengar dalam bahasa hukum.
Di balik prosedur sidang yang tampak formal, tekanan halus mulai datang dari berbagai arah—peringatan agar “menjaga kondusifitas”, pendekatan dari pihak berkepentingan, hingga isyarat bahwa putusannya kelak tidak hanya dibaca oleh para pihak, tetapi juga oleh kekuasaan.
Satrio terjebak di antara dua dunia: dunia hukum yang menuntut kepastian dan dunia keadilan yang memanggil lewat kisah warga hulu. Sementara itu, di ruang-ruang sidang, peta digital berbenturan dengan kuburan leluhur, dan bukti-bukti formal berhadapan dengan kenyataan yang dilihat mata.
Toga yang Tak Pernah Benar-Benar Pulang adalah potret getir seorang hakim yang mencoba tetap tegak di tengah pusaran konflik agraria, tekanan institusional, dan dilema moral yang tidak pernah berhenti mengikuti—bahkan setelah palu diketuk.
- Penulis: Adam Ilyas
- ISBN: 978-623-8144-56-3
- Halaman: 202
- Ukuran: 14.8 x 21 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.