Deskripsi
Ketika media jejaring sosial mulai berubah fungsi menjadi ruang publik virtual, media ini kini justru menghadapi masalah yang sangat krusial. Ketika para pemilik modal serta penguasa dan politisi mulai meracuni kebebasan masyarakat dalam aktivitas mereka menggunakan media jejaring sosial sebagai ruang publik virtual, maka media sebagai representasi ruang publik dalam demokrasi tidak lagi berfungsi secara optimal. Perlu upaya-upaya untuk mengembalikan media jejaring sosial sebagai ruang publik virtual yang bebas dari tekanan penguasa dan kepentingan para pemilik modal. Itulah PR kita bersama (Agung Kurniawan, p. 41).
Kebisingan media sosial saat ini, khususnya melalui platform Instagram, menjadi salah satu pemicu timbulnya perasaan insecure. Hal ini terjadi karena seseorang banyak melihat kehidupan orang lain di media sosial yang seakan-akan terlihat sempurna. Perasaan insecure dapat disebabkan warna kulit, tinggi badan, berat badan, atau bentuk wajah yang tidak sesuai dengan keinginan. Tidak hanya perihal tampilan fisik, prestasi atau keahlian dalam banyak bidang yang dimiliki orang lain mampu membuat sebagian orang merasa tidak percaya diri dan tidak berguna. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut membuatnya merasa canggung ketika berinteraksi dengan orang lain. Perasaan seperti itu juga menimbulkan rasa tidak aman yang membuat seseorang iri dan cemburu terhadap orang lain (Saufika Astrida Widiarti, p. 97).
Dalam masyarakat modern, risiko diciptakan oleh semakin berkembangnya sistem kapital yang berada di sekeliling mereka. Perkembangan kapitalisme tersebut menggeser sifat kelokalan risiko dari yang sebelumnya berada pada proses ekonomi menjadi sesuatu yang sifatnya global/lebih besar (Beck, 1992: 38). Sifat demikian membuat manusia sebagai bagian dari sebuah sistem kapital menjadi semakin rentan karena pengglobalan tidak diikuti dengan jaminan yang lebih baik terhadap risiko yang mungkin dialami dalam sebuah proses ekonomi (Beck, 1992: 40-43). Melalui penjelasan-penjelasan tersebut, Beck memberikan metafora bahwa masyarakat yang hidup dalam perkembangan modernitas dan kapitalisme merupakan masyarakat di bawah gunung berapi yang kepastiannya terhadap risiko bencana tidak diketahui dan tidak dapat ditanggung oleh siapapun kecuali mereka (Wiman Rizkidarajat, p. 145).
- Penulis: Abdul Rohman, dkk.
- ISBN: 978-623-08-1626-0
- Halaman: 164
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.