Deskripsi
Hampir semua orang, apalagi di Indonesia, pasti senang dilayani. Lihat saja, restoran full service lebih disukai ketimbang yang self service. Segala bentuk layanan mandiri seperti bel untuk mengambil makanan sendiri ala Korea Selatan, atau sistem membersihkan piring kotor sendiri tidak disambut antusias di sini. Alasannya cukup masuk akal, sudah bayar mahal kok mesti cuci piring sendiri? Ya, manusia memang butuh dilayani dan melayani. Hakikat hidup manusia sebagai makhluk sosial adalah melayani kebutuhan orang lain. Boleh dibilang, bumi dan kehidupan manusia terus berputar-putar berkat adanya kerja sama saling melayani.
Begitu juga bagi negara dan pemerintah, pelayanan publik adalah salah satu pilar utamanya. Pemerintah berkedudukan sebagai lembaga yang wajib memberikan atau memenuhi kebutuhan masyarakat. Asal-usul timbulnya istilah pelayanan publik lantaran adanya kepentingan publik. Itu sebabnya, masyarakat setiap waktu selalu menuntut pelayanan publik yang berkualitas dari pemerintah.
Wujud pelayanan publik pada dasarnya adalah kehadiran pemerintah yang turun tangan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, dan sebisa mungkin membuat mereka puas, tersenyum bahagia. Kalau sudah mampu begitu, masyarakat pun akan seperti laut yang tenang tak bergelombang, dan pemerintah sebagai otoritas sudah boleh tidur nyenyak.
Ketika pemerintah berkehendak mewujudkannya, hal yang mesti dilakukan pertama kali adalah memberikan segala kemudahan bagi warga negara ketika mengurus pelayanan publik tersebut. Masyarakat tentu saja juga berhak mendapatkan pelayanan secara wajar, memperoleh perlakuan yang sama tanpa pilih-kasih, dan menerima perlakuan yang jujur dan terus terang.
- Penulis: Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H.
- ISBN: 978-623-08-1893-6
- Halaman: 680
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.