Deskripsi
Dr. (H.C.) H. Lukman Hakim Saifuddin – Menteri Agama Republik Indonesia (2014-2019)
Sesungguhnya bagi para ahmadi, Islam diyakini sebagai ajaran agama terakhir yang diturunkan Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir dan Muhammad Saw. adalah Rasul terakhir. Ini sangat jelas dan terang.
Hal. 71 – “Mari Bangun Kesalingan”
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S.Psi., M.Psi – Direktur Nasional Jaringan GUSDURian
Di mana pun saya berada bersama seorang Ahmadi, saya selalu teringat pada pesan Rasulullah saw.: “khair al-nas anfauhum li al-naas,” sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Hal. 174- “Menjadi “Khair al-Nās”: Refleksi Saya Bersama Jemaat Ahmadiyah”
Dr. (H.C.) K.H. Husein Muhammad – Pendiri Yayasan Fahmina
Mengesankan dan tak ada masalah krusial, apalagi bertentangan dari aspek ajaran Islam yang saya pahami. Saya justru berharap orang-orang atau pihak-pihak yang tidak setuju dengan keyakinan Ahmadiyah dapat berkunjung langsung ke Qadian sekaligus menyusuri jejak langkah pendiri aliran keagamaan Islam ini, dan menganalisis secara kritis pandangan Mirza Ghulam Ahmad al-Masih al-Mau’ud, melalui metodologi takwil atau dalam bahasa filsafat disebut hermeneutika.
Hal. 29 – “Menyusuri Jalan Cahaya di Bumi Qadian”
Prof. Dr. Hj. Siti Musdah Mulia, MA, APU – Ulama dan Aktivis Hak Perempuan
Mayoritas umat Islam menganggap Ahmadiyah “sesat” karena meyakini kenabian Mirza Ghulam Ahmad. Padahal keyakinan ini hanya perbedaan tafsir tentang definisi kenabian. Seharusnya, negara tidak menjadikan pandangan mayoritas sebagai landasan kebijakan, terutama jika bertentangan dengan konstitusi.
Hal. 7 – “Memahami Ahmadiyah Melalui Ziarah Spiritual”
- Penulis: Dedy Ibmar
- ISBN: 978-623-08-2117-2
- Halaman: 372
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.