Deskripsi
Ada hal yang jarang kita akui, bahwa dosa tidak selalu hadir sebagai kejahatan besar, melainkan sebagai kelalaian kecil yang perlahan mengikis jiwa, dan rahmat tidak selalu datang sebagai keajaiban, melainkan sebagai kesadaran sunyi bahwa kita masih bisa berubah, di dalam diri setiap manusia, ada ruang yang jarang disentuh, tempat dosa bukan lagi soal salah dan hukuman, melainkan tentang kehilangan arah, kehilangan keberanian untuk jujur pada diri sendiri, dan perlahan lupa jalan pulang
Rahmat sering kita bayangkan sebagai cahaya besar yang mengguncang, padahal kadang ia datang lebih pelan, sebagai rasa bersalah yang tiba-tiba jujur, air mata yang urung jatuh, atau bisikan halus bahwa hidup belum selesai, buku ini tidak menawarkan jawaban instan atau ketenangan yang cepat, justru ia mengajak kita berhenti, menunduk, dan menatap luka yang selama ini disembunyikan di balik doa, rutinitas, dan logika
Ia tidak menggurui, tidak memaksa, tetapi pelan-pelan menarik pembaca untuk bertanya, apakah iman masih berarti bila tidak sanggup menyentuh sisi terdalam manusia, apakah pengampunan masih mungkin setelah kita berulang kali jatuh, di antara dosa dan rahmat, manusia tidak diminta menjadi sempurna, hanya diminta untuk berani melihat dirinya apa adanya, dan mungkin, dari kejujuran itulah Tuhan diam-diam memulai pekerjaannya.
- Penulis: Efatha Filomeno Borromeu Duarte
- ISBN: 978-623-08-2094-6
- Halaman: 292
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.