Deskripsi
Di tengah sekolah dan kampus yang sering terjebak antara dua kutub—ketegasan yang kaku atau keramahan tanpa standar—hadir Manajemen Cinta sebagai jembatan yang menautkan keduanya. Buku ini menawarkan kerangka operasional yang memadukan etik Qur’ani–Nabawi (rahmah, ‘adl, amanah, ihsan, syûrâ) dengan praktik manajemen modern yang terukur, sehingga lembaga pendidikan dapat hangat sekaligus berkelas: manusiawi dalam cara, unggul dalam mutu, dan konsisten dalam data.
Inti model ini adalah 6P—Presence, Predictability, Proportion, Participation, Progress, Protection—yang mengubah nilai menjadi perilaku organisasi sehari-hari. Presence memastikan kehadiran yang peka dan responsif; Predictability membangun ritme kerja yang aman secara psikologis; Proportion mendorong respons yang adil dan restoratif; Participation membuka ruang suara murid–guru–orang tua–mitra; Progress mengikat perbaikan berkelanjutan pada indikator sederhana yang bisa dilacak; Protection menegakkan keselamatan fisik, digital, dan martabat setiap warga belajar.
Semua itu digerakkan oleh siklus PDLR (Plan–Do–Lead–Review): dari rencana jernih, uji kecil berisiko rendah, kepemimpinan yang empatik–tegas, hingga telaah pembelajaran yang jujur. Tidak berhenti pada konsep, Manajemen Cinta menyajikan artefak siap pakai: SOP satu halaman, RACI yang ringkas, rencana 90 hari, mikro-survei 3–5 item, run-chart mingguan, lembar walkthrough, skrip micro-conference, hingga AAR & learning brief. Setiap alat dirancang ringan, iteratif, dan mudah direplikasi—membantu pimpinan dan pendidik bergerak dari “niat baik” menjadi disiplin implementasi.
Pembaca diajak menyusuri studi kasus kelas–madrasah–kampus yang menurunkan konflik, memperbaiki kehadiran, menaikkan keterlibatan, dan mempercepat pembelajaran pasca-intervensi; sekaligus membedah jebakan umum (tokenisme partisipasi, kebijakan yang tak berdenyut data, dan “kehangatan” yang mengorbankan standar). Buku ini menampilkan kombinasi bukti empirik, prinsip psikologi pendidikan, praktik restoratif, serta tata kelola yang akuntabel—mendorong transformasi yang etis, efektif, dan terukur.
Mengapa penting sekarang? Karena kualitas pendidikan abad-21 bergantung pada wellbeing + kinerja. Manajemen Cinta menunjukkan bahwa rasa aman, keadilan, dan suara peserta didik bukan lawan dari mutu, melainkan prasyaratnya. Ia memberi peta jalan yang sederhana namun tajam: nilai → perilaku → alat → data → perbaikan.
Untuk siapa? Pimpinan sekolah/kampus, guru/dosen, pengembang kurikulum, konselor, pengambil kebijakan, hingga komunitas pendidikan yang ingin mendesain lingkungan belajar yang kuat secara moral dan unggul secara kinerja. Singkatnya: bagi siapa pun yang percaya bahwa cinta tanpa manajemen hanyalah sentimen, dan manajemen tanpa cinta kehilangan jiwa.
- Penulis: Dr. H. Akhmad Shunhaji, M.Pd.I.
- ISBN: 978-623-08-2141-7
- Halaman: 82
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.