Deskripsi
Buku ini menawarkan berbagai perspektif dan strategi yang dapat diimplementasikan dalam upaya melawan Islamofobia di lingkungan pendidikan. Gagasan-gagasan mengenai pengembangan kurikulum yang inklusif dan multikultural, pelatihan guru yang sensitif terhadap isu-isu keberagaman, serta penciptaan ruang dialog yang aman dan konstruktif menjadi fokus utama dalam bagian solusi buku ini. Kami percaya bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi mendatang yang lebih toleran, empatik, dan mampu menolak segala bentuk prasangka dan diskriminasi.
[Prof. Dr. (Phil) Sahiron Syamsudin, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia]
Kehadiran buku ini lahir dari keprihatinan mendalam penulis terhadap semakin maraknya diskursus dan praktik Islamofobia di dunia pendidikan. Gejalanya tampak nyata, antara lain: kurikulum yang sarat bias, stereotip negatif yang disisipkan baik secara implisit maupun eksplisit, hingga perlakuan diskriminatif terhadap siswa, guru, dan tenaga kependidikan Muslim. Fenomena semacam ini tidak hanya melukai individu yang menjadi korban, tetapi juga merusak marwah pendidikan yang sejatinya menjunjung tinggi keberagaman dan semangat saling menghormati.
[Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H., M.H., M.A., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]
Buku ini memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai akar permasalahan Islamofobia, bagaimana ia termanifestasi dalam berbagai aspek pendidikan, serta dampak negatifnya terhadap perkembangan peserta didik, iklim sekolah, dan tatanan sosial yang lebih luas. Melalui telaah yang mendalam dan analisis yang kritis, diharapkan buku ini dapat menjadi sumber informasi yang berharga bagi para pendidik, pembuat kebijakan, akademisi, aktivis, serta masyarakat umum yang peduli terhadap isu-isu keadilan dan kesetaraan.
[Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed., Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang]
Buku Islamofobia dan Pendidikan ini merupakan kontribusi intelektual yang sangat penting dalam upaya memahami dan mengatasi salah satu problem global paling mendesak abad ini. Melalui pendekatan akademis yang jernih sekaligus reflektif, penulis berhasil menunjukkan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada penguasaan kognitif semata, tetapi harus menjadi ruang transformatif untuk membangun kesadaran kritis, empati, dan solidaritas kemanusiaan. Kehadiran buku ini memperlihatkan bagaimana wacana Islamofobia yang seringkali dipandang sebagai isu politik atau sosial murni, sesungguhnya memiliki akar epistemologis yang bisa ditantang melalui praktik pendidikan yang inklusif dan dialogis. Secara holistik, dengan mengaitkan teori, praktik, dan nilai-nilai universal, karya ini menegaskan bahwa pendidikan dapat berfungsi sebagai benteng melawan intoleransi sekaligus sebagai jembatan menuju kehidupan bersama yang damai. Buku ini tidak hanya relevan bagi kalangan akademisi, peneliti, dan mahasiswa, tetapi juga menjadi bacaan penting bagi para guru, aktivis pendidikan, dan pembuat kebijakan. Di tengah derasnya arus prasangka dan polarisasi identitas sebagai salah satu akar islamofobia, buku ini memberi inspirasi bahwa melalui pendidikan, dunia yang lebih adil, toleran, dan humanis bukan sekadar impian, melainkan sebuah kemungkinan nyata.”
[Prof. Dr. Ilman Nafi’a, M.Ag., Direktur Program Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon]
Diharapkan buku “Islamofobia dan Pendidikan” ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai bahaya Islamofobia di dunia pendidikan.
[Prof. Dr. Miftah Arifin, M.Ag., Guru Besar UIN KH. Ahmad Shiddiq Jember]
- Penulis: Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag.; Prof. Dr. Slamet Firdaus, M.Ag.
- ISBN: 978-623-08-1881-3
- Halaman: 252
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.