From Pre-To Post- Developmentalism Paradigm: Paradigma dan Teori-Teori Pembangunan – Ahmad Syakrani Bunasim; Sandra Bhakti Mafriana

Rp198,000

Deskripsi

Dajal, mucikari, monster, vampir, zombi, virus, parasit. Lengkap!

Labelling apalagi yang harus disematkan pada Global Capitalist[-ism] Regime yang sangat gigantik ini, yang melalui lantunan Siren’s Song-nya yang merdu merayu senantiasa siap merayu dan memeluk setiap “lelaki” yang mendengar dan mendekatinya, lalu lelaki-lelaki itu menggelepar terenggut nyawanya. Mayat-mayat lelaki tersebut, konon, bergelimpangan di sekitar Siren, perempuan cantik perayu ini, yang memangsa para mangsanya.

Gambaran mengerikan ini mendeskripsikan dengan apik betapa selama bertahun-tahun negara-negara pinggiran – the peripheries, the south –  oleh metropolis (the north) beserta antek-anteknya, baik antek-antek asing maupun pribumi, “dipaksa” baik karena paksaan (coercive power) maupun rayuan gombal (discursive power) untuk membangun bangsanya. O’Neill (2020) mengemukakan, selama bertahun-tahun, negara-negara pinggiran “mengunyah” hidangan historical choices yang disajikan negara-negara metropolis untuk menerapkan model pembangunan (“… north has imposed its one-size-fits-for-all agendas on the south”) yang ternyata tidak bersahabat dengan kehidupan manusia, tidak akrab dengan lingkungan, mengancam masa depan dan  vitalitas planet: Not! To Live Developmentalism Paradigm.

Kini, ketika segala sesuatunya semakin mendalam – misalnya ketergantungan negara-negara pinggiran pada negara-negara metropolis semakin mendalam – dan mereka terjebak atau sudah kian masuk ke dalam dependency circle and trap – tidak banyak historical choices yang negara-negara pinggiran miliki. Pintu-pintu keluar dari jerat kesengsaraan (misery snares) Dajal, mucikari, monster, vampir, zombi, virus, dan parasit seolah-olah tertutup semuanya. Yang hanya bisa dilakukan, antara lain mengembangkan gagasan-gagasan alternatif.

Dari negara-negara Amerika Latin lahir The Theology of Liberation. Berdasarkan perspektif ini, semua dampak destruktif Not! To Live Developmentalism Paradigm bukan hanya dikaitkan dengan pilihan penerapan the one-size-fits-for-all agendas, yang karenanya mereka mengharamkan konsep pembangunan, tetapi juga mereka memperlakukan semua itu sebagai structural sins yang membutuhkan structural salvation. Dari bumi ini lalu muncul lagi konsep decolonized development model; sebuah model pembangunan bangsa yang ingin melucuti secara total semua bentuk rayuan gombal negara-negara metropolis yang memengaruhi jagat pemikiran bangsa-bangsa di negara-negara pinggiran sambil berharap bisa makmur di masa mendatang. Visinya adalah Change the Story, Change the Future.

  • Penulis:  Ahmad Syakrani Bunasim; Sandra Bhakti Mafriana
  • ISBN: 978-623-08-1568-3
  • Halaman: 516
  • Ukuran: 15 x 23 cm
  • Tahun Terbit: 2025

 

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “From Pre-To Post- Developmentalism Paradigm: Paradigma dan Teori-Teori Pembangunan – Ahmad Syakrani Bunasim; Sandra Bhakti Mafriana”

Cek Ongkir