Deskripsi
Buku ini mengulas kemeriahan perayaan hari raya imlek ini dalam sejarah Indonesia yang dibagi dalam beberapa fase, yaitu fase order lama, order baru, reformasi, dan revolusi mental. Pada masa orde lama sudah terjadi perubahan tentang ketentuan perihal hari raya Imlek. Pergeseran regulasi tentang hari raya imlek ini puncaknya terjadi pada masa orde baru. Perihal pergeseran regulasi tersebut, buku ini melihatnya dalam perspektif negara hukum dan hak asasi manusia. Karenanya, dalam buku ini juga diuraikan mengenai teori dasar negara hukum dan hak asasi manusia.
Sejarah perkembangan hari raya imlek kembali menemukan optimisme bersama pergantian orde dari orde baru menjadi orde reformasi. Orde reformasi dapat dikatakan sebagai renaissance-nya hari raya imlek. Renaissance dalam pemahaman sebuah gerakan sejarah kultural pada nilai-nilai dan asosiasi psikopolitis yang negatif untuk menuju pada arah psikopolitis yang positif sesuai nilai kebhinekaan bangsa Indonesia sebagaimana terkandung dalam Pancasila.
Aturan tentang hari raya imlek dikatakan memasuki masa pencerahan pada masa orde reformasi karena penyusunan aturan disertai dengan akal budi dan rasionalisme yang menjunjung tinggi martabat manusia. Secara kebangsaan perayaan imlek dapat dipandang dengan makna spiritual dalam kebersamaan. Di era revolusi mental imlek harus dipandang sebagai perayaan menyatunya manusia dengan alam yang terkandung aspek kemanusiaan yang sangat dalam. Hal inilah yang ditekankan dalam buku ini.
- Penulis: Assoc. Prof. Dr. Rio Christiawan, S.H., M.Hum., M.Kn.; Assoc. Prof. Dr. Tuti Widyaningrum, S.H., M.H.
- ISBN: 978-623-08-2206-3
- Halaman: 78
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.