Cimahi Meledak! Saat Kepadatan, Banjir, dan Tata Ruang Bertabrakan – Drs. Usman Rachman, M.H.

Rp137,000

Stok habis

, Product ID: 48186

Deskripsi

Kota Cimahi menghadapi tantangan keterbatasan lahan, kepadatan penduduk tinggi, dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur. Empat wilayah Ciwaruga, Cihanjuang, Padaasih, dan Pakuhaji dianggap potensial untuk bergabung dengan Cimahi karena berbatasan langsung, memiliki aksesibilitas yang baik, serta keterkaitan ekonomi yang erat. Ciwaruga dan Cihanjuang berkembang sebagai kawasan hunian dan perkantoran, sedangkan Padaasih dan Pakuhaji memiliki potensi pertanian yang dapat mendukung keseimbangan ruang kota.Perluasan wilayah ini sejalan dengan regulasi yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 yang mengatur perubahan batas wilayah berdasarkan aspek administratif, geografis, kesejahteraan masyarakat, serta ekonomi dan infrastruktur. Keempat wilayah tersebut telah memenuhi kriteria tersebut.

Dari sisi pembangunan, integrasi daerah ini mendukung konsep negara kesejahteraan, yaitu pemerataan pembangunan, peningkatan akses layanan publik, serta efisiensi tata kelola pemerintahan. Dengan perluasan ini, Cimahi dapat meningkatkan pelayanan publik dan infrastruktur untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.

Namun, perluasan ini harus mempertimbangkan kebijakan tata ruang di Cekungan Bandung, yang memiliki regulasi ketat dalam konservasi lingkungan, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pertumbuhan perkotaan. Jika wilayah ini bergabung dengan Cimahi, kebijakan tata ruang harus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan, terutama dalam pelestarian ruang hijau dan pengelolaan infrastruktur yang ramah lingkungan.

Dari segi ekonomi, keberhasilan perluasan wilayah sangat bergantung pada kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi dalam membiayai layanan publik tambahan, infrastruktur, serta pengelolaan wilayah baru. Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan meningkat melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari sektor hunian, perkantoran, dan pertanian, Selain itu, Cimahi dapat memperoleh tambahan dana perimbangan dari pemerintah pusat. Namun, kajian lebih lanjut diperlukan agar beban anggaran tetap seimbang. Keputusan perluasan wilayah juga bergantung pada persetujuan Pemerintah Pusat, yang menilai apakah ekspansi ini mendukung efisiensi tata kelola dan kesejahteraan masyarakat. Jika dianggap strategis, kemungkinan persetujuan lebih besar. Namun, jika dianggap membebani atau bertentangan dengan kebijakan nasional, prosesnya bisa tertunda.

Kesimpulannya, keberlanjutan perluasan Cimahi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah kota dalam meyakinkan pemerintah provinsi dan pusat bahwa ekspansi ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, kajian mendalam dan strategi komunikasi yang baik diperlukan agar rencana ini dapat terwujud secara efektif.

  • Penulis: Drs. Usman Rachman, M.H.
  • ISBN: 978-623-08-2072-4
  • Halaman: 322
  • Ukuran: 15 x 23 cm
  • Tahun Terbit: 2025

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Cimahi Meledak! Saat Kepadatan, Banjir, dan Tata Ruang Bertabrakan – Drs. Usman Rachman, M.H.”

Cek Ongkir