Deskripsi
Buku ini sengaja ditulis sebagai bentuk tradisi baru yang selama ini terlupakan: entah sadar atau tidak sadar dalam lingkungan kampus. Selama ini kita hanya menyaksikan tradisi mapan dengan memberikan ucapan selamat. Ucapan ini tidak salah karena sudah mentradisi. Sama tradisinya dengan memberikan penghormatan dan penghargaan dari ‘generasi tua’ kepada genarasi tua. Alasannya alasannya karena berpengalaman dan sudah banyak berbuat kebaikan: untuk umat, agama, bangsa, dan negara.
Argumen ini sah-sah saja. Tetapi, anak muda juga layak untuk ditulis dan diberi ‘tempat’ dalam panggung sejarah. Sebab, kami menyakini bahwa setiap orang memiliki hak untuk ditulis dan menulis sejarahnya. Karena itu, dengan mengangkat sosok Ahmad Imron Rozuli dalam bentuk karya diharapkan ada nuansa baru dalam menghiasi rak-hak buku dan perpustakaan kita. Alasannya adalah ruang harus direbut dan sejarah perlu ditulis dengan kesadaran penuh. Sudah saatnya kita menanamkan pemahaman bahwa yang muda, yang berkarya. Yang muda, yang menginspirasi. Yang muda, sama baiknya atau lebih, jika dibandingkan dengan generasi tua.
- Penulis: Muhtar Haboddin, Nabil Lintang Pamungkas, Sinergy Aditya Airlangga, Mayuko Galuh Mahardika, Johan Wahyudi, Anik Susanti, Nyimas Nadya Izana, Dano Purba, Qurnia Indah Permata Sari, Novy Setia Yunas, Mochammad Alexander Mujiburrohman, Fathur Rahman, dan Sri Herwiningsih.
- ISBN: 978-623-08-1656-7
- Halaman: 190
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.