Deskripsi
Pembelajaran sastra di lembaga formal setidaknya mengarahkan siswa agar mampu mengapresiasi karya sastra, mengetahui sejarah sastra dan mampu membuat kritik sastra. Ketiga bagian pembelajaran sastra tersebut pada dasarnya hanyalah sebuah proses untuk mendapatkan manfaat dari karya sastra. Adapun, manfaat karya sastra tersebut yaitu memberikan kegembiraan dan kepuasan batin; memberikan kesadaran kepada pembacanya tentang kebenaran-kebenaran hidup; memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang manusia, dunia dan kehidupan.
Buku terkait karya sastra; puisi, cerpen, drama, dan novel tentulah didasarkan pada sebuah alasan tertentu. Karya sastra dalam hal ini yaitu novel jika dilihat dari sisi sosiologis banyak memberikan gambaran kehidupan sebagai mana yang diingingkan oleh pengarangnya sekaligus menunjukkan sosok manusia-manusia dengan karakteristik tertentu sesuai dengan latar sosial, maupun budaya. Hal itu disebabkan karena karya sastra lahir sebagai perpaduan antara hasil renungan, pemikiran, dan perasaan seorang pengarang. Keberadaan karya sastra yang dihasilkan seorang pengarang di tengah-tengah masyarakat menjadi sesuatu yang sangat diharapkan karena merupakan cermin kehidupan yang memantulkan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pandangan tersebut dalam apresiasi sastra pembaca kenal sebagai makna, pesan, amanat, dan pandangan dunia dalam kajian strukturalisme genetik. Berdasarkan pandangan itulah maka kiranya cukup beralasan jika novel sebagai salah satu bentuk karya sastra dijadikan sebagai buku.
Buku ini memaparkan tentang konsep dan contoh implemantas berupa telaah/kajian sastra.Konsep dan contoh kajian yang mrngimplemenrasikan penguasaan kritik sastra mencakup dua hal: konsep dan kajian puisi, konsep dan analisis prosa.
- Penulis: Prof. Dr. Gde Artawan., M.pd.
- ISBN: 978-623-08-1915-5
- Halaman: 154
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.