Digital Dilemma 4: Menyingsingnya Fajar Artificial Intelligence di Tengah Relevansi Posisi Manusia – Dr. Firman Kurniawan Sujono

Rp124,000

Deskripsi

Dalam realitasnya, persoalan pemanfaatan AI yang mengancam relevansi posisi manusia, tak sebatas aspek ekonomi. Kegamangan pemanfaatannya, terjadi pada aspek-aspek kehidupan lainnya. Ini melahirkan dua kutup pandangan, yang jauh berseberangan.

Di satu kutub, menyikapi kehadiran AI sebagai utopians. Persoalan-persoalan yang tak mampu terselesaikan secara alamiah dengan mengandalkan kemampuan manusia, dapat diselesaikan dengan menggunakan AI. Deteksi kelainan genetik yang menghasilkan manusia abnormal, pencegahan kecelakaan yang dapat merenggut nyawa manusia, hingga peringatan dini terjadinya bencana yang meluluhlantakkan kehidupan, dapat tercapai melalui pemanfaatan AI. Setidaknya Virginia M. Rometty, mantan CEO IBM 2012-2020, berpihak pada kelompok utopia AI ini. Menurutnya, perkembangan dunia yang sebagian dijalankan dengan perangkat-perangkat canggih, sistem penyimpanan data cloud hingga pemrosesan dan analisa data keputusan yang berbasis algoriitma, tak cukup lagi dihadapi dengan mengandalkan kecerdasan alamiah manusia. Penggunaan perangkat-perangkat AI, jadi penopang mutlak menghadapi dunia yang dijalankan oleh mesin-mesin cerdas. Tokoh lain dalam kelompok utopia ini adalah Ray Kurzweil, Peter Diamandis, dan Don Topscott,

Sedangkan pada sisi yang tajam berhadapan, menempatkan AI sebagai dystopians ~penghancur lebur budaya dan kehidupan rutin yang disusun sacara historis oleh manusia~. AI merupakan ancaman nyata bagi manusia. Perkembangannya yang terus berlangsung melampaui kebutuhan, memosisikan manusia sebagai pihak yang harus disingkirkan. Kehadiran manusia menghalangi pencapaian tertinggi peradaban. Tokoh dunia yang menjadi penyokong pandangan, jika teknologi dikembangkan hingga puncaknya bakal membawa keburukan ini, di antaranya: Elon Musk, Stephen Hawking dan juga Geoffrey Hinton.

  • Penulis: Dr. Firman Kurniawan Sujono
  • ISBN: xxxx
  • Halaman: 286
  • Ukuran: 15 x 23 cm
  • Tahun Terbit: 2024

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “Digital Dilemma 4: Menyingsingnya Fajar Artificial Intelligence di Tengah Relevansi Posisi Manusia – Dr. Firman Kurniawan Sujono”

Pin It on Pinterest

Share This