Deskripsi
Pendidikan Tinggi Multibahasa Menuju Masa Depan Ketahanan Nasional menghadirkan pembahasan mengenai posisi strategis bahasa dalam transformasi pendidikan tinggi di tengah globalisasi, internasionalisasi, dan perkembangan teknologi. Pada masyarakat multikultural seperti Indonesia, keberagaman bahasa bukan sekadar realitas sosial, tetapi merupakan modal akademik, sosial, dan kebangsaan. Buku ini menempatkan multilingualisme sebagai sumber daya yang dapat memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, memperkuat identitas, membangun sense of belonging, sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi dalam lingkungan global.
Pembahasan dimulai dari transformasi pendidikan tinggi pada era globalisasi, multilingualisme sebagai realitas global, serta hubungan antara bahasa, kekuasaan, identitas, dan ketimpangan akses pendidikan. Selanjutnya, buku ini mengkaji language policy sebagai instrumen tata kelola, linguistic landscape kampus, politik bahasa, serta berbagai model kebijakan bahasa dalam perspektif global. Dimensi kepemimpinan juga mendapat perhatian khusus melalui pembahasan inclusive leadership dan adaptive leadership sebagai pendekatan untuk mengelola keberagaman bahasa dan mendorong transformasi institusi.
Buku ini kemudian menghubungkan multilingualisme dengan ketahanan nasional. Bahasa Indonesia ditempatkan sebagai fondasi persatuan dan identitas kebangsaan, bahasa daerah sebagai penjaga memori kolektif, budaya, dan pengetahuan lokal, sedangkan bahasa internasional menjadi jembatan menuju ilmu pengetahuan dan jejaring global. Melalui studi kasus Eropa, Asia, dan Indonesia, pembaca diajak melihat beragam praktik kebijakan bahasa serta mengambil pelajaran strategis bagi pengembangan kampus internasional, lokal, dan hybrid di Indonesia.
Pada bagian akhir, buku ini menawarkan arah pengembangan pendidikan tinggi multibahasa yang berkelanjutan melalui integrasi kebijakan nasional, tata kelola perguruan tinggi, kepemimpinan, pembelajaran, riset, teknologi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Multilingualisme diarahkan menjadi kekuatan strategis untuk memperkuat ketahanan sosial-budaya, memperluas diplomasi akademik, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing global.
Buku ini menegaskan satu gagasan utama: menjadi global tidak berarti kehilangan akar kebangsaan. Pendidikan tinggi Indonesia perlu membangun keseimbangan antara Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu dan pemersatu bangsa, bahasa daerah sebagai kekayaan identitas dan pengetahuan lokal, serta bahasa internasional sebagai akses menuju dunia global. Keseimbangan inilah yang menjadi fondasi menuju pendidikan tinggi yang inklusif, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memperkuat ketahanan nasional Indonesia.
- Penulis: Aji Setyanto; Alfi Muflikhah Lestari; Maharani Pertiwi K.; Axellina Muara Setyanti; Okumura Kuniyo;Agus Riyanto; Firmandi Rizkiansyah; Imam Achmad Baidlowi; Roma Laksana Yudha
- ISBN: xxxx
- Halaman: 152
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.