Deskripsi
Studi wacana hadir karena bahasa tidak bisa dilepas dari persoalan-persoalan sosial, politik, agama, budaya, ideologi, dan kekuasaan. Studi wacana merupakan jawaban atas maraknya keraguan bahwa ilmu bahasa hanya berbicara kepada dirinya sendiri. Studi ini menerapkan keilmuan bahasa untuk mengkritik persoalan-persoalan eksternal bahasa seperti sosial dan politik.
Peran tersebut juga berimbas pada proses pendidikan dan pembelajaran, baik di sekolah maupun perguruan tinggi. Dalam proses pendidikan (kebijakan, proses pembelajaran, nilai-nilai pendidikan), tiap individu belajar dan mampu memproduksi ideologi. Maka perlu konsep kesadaran berbahasa kritis yang memiliki posisi yang penting dalam pendidikan. Pengajaran bahasa pada satuan-satuan pendidikan, mesti melibatkan aktivitas penyadaran dan pemberdayaan masyarakat yang terpinggirkan atau termarjinalkan secara kebahasaan. Upaya tersebut akan membentuk peserta didik menjadi masyarakat dan warga negara yang kritis dan bijak.
Oleh karena itu, studi wacana baik secara teoretis, praktik, dan penelitian sangat perlu diterapkan. Sebagaimana salah satu landasan dalam Al-Qur’an yang menekankan perlunya sikap kritis dalam berbahasa. “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”, QS Al Hujurat ayat 6. Ayat tersebut memberikan landasan sekaligus dorongan bahwa kita mesti kritis dan teliti terhadap setiap informasi sebagai salah satu bentuk pendayagunaan bahasa secara positif. Prinsip tersebut sejalan dengan konsep-konsep dalam studi wacana yang lebih lanjut dijelaskan dalam buku ini.
- Penulis: Dr. Afdhal Kusumanegara, S.Pd. M.Pd.
- ISBN: xxxx
- Halaman: 166
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2026


Review
Belum ada ulasan.