Deskripsi
Buku Etnopedagogi ini menyajikan pendekatan pendidikan yang berakar pada budaya lokal, sebagai alternatif dan pelengkap terhadap sistem pendidikan formal yang sering kali terlepas dari konteks sosio-kultural masyarakat. Mengusung semangat interkultural dan keadilan budaya, buku ini mengajak para pendidik, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk merefleksikan kembali bagaimana warisan nilai-nilai tradisional dapat dijadikan dasar bagi praktik pendidikan yang bermakna dan kontekstual.
Di Bab 1, pembaca diperkenalkan pada pengertian dasar etnopedagogi, relasi antara pendidikan dan budaya, serta berbagai teori dan pendekatan yang melandasi konsep ini. Buku ini menekankan bahwa pendidikan tidak pernah netral budaya, dan karena itu penting untuk menempatkan budaya lokal sebagai sumber pengetahuan yang sah dan hidup.
Bab 2 dan Bab 3 mengupas nilai-nilai lokal dalam pendidikan tradisional, dengan fokus pada masyarakat adat seperti Minangkabau, Bali, dan Dayak. Studi kasus Minangkabau, seperti konsep Sumbang 12 dan pendidikan berbasis kearifan lokal, menunjukkan bagaimana nilai-nilai adat dapat dijadikan dasar pembentukan karakter dan literasi budaya.
Bab 4 hingga Bab 7 menguraikan praktik etnopedagogi dalam pembangunan karakter, pola asuh tradisional, dan transfer nilai melalui cerita rakyat, permainan tradisional, hingga kuliner lokal seperti nasi kaboka dan makan barapak. Semua ini ditampilkan bukan sekadar sebagai warisan budaya, tetapi sebagai sarana pedagogik yang relevan untuk pendidikan masa kini.
Dalam Bab 8 dan 9, buku ini masuk ke ranah pendidikan multikultural dan wisata edukatif berbasis kearifan lokal. Tradisi seperti Basuah Kaki dipaparkan sebagai instrumen pendidikan moral dan kesadaran lingkungan, yang dapat memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan.
Bab 10 hingga 13 menyajikan tradisi-tradisi lokal seperti Jahit Pamedangan, Batangeh, dan ekspresi seni seperti Saluang serta lagu dolanan Jawa sebagai bahan ajar etnopedagogi. Semua ini ditampilkan dalam kerangka pedagogi yang menumbuhkan apresiasi terhadap keragaman budaya.
Buku ini ditutup dengan Bab 14 yang membahas tantangan dan prospek masa depan etnopedagogi di tengah arus globalisasi, homogenisasi budaya, dan tantangan pendidikan digital. Buku ini menyuguhkan harapan bahwa pendidikan yang berakar pada budaya sendiri tidak hanya mungkin, tetapi juga sangat dibutuhkan.
Dengan pendekatan interdisipliner dan berlandaskan pengalaman lokal, buku ini menjadi sumber penting bagi siapa saja yang ingin mengembangkan praktik pendidikan yang inklusif, transformatif, dan berkeadaban.
- Penulis: Wirdanengsih
- ISBN: 978-623-08-1960-5
- Halaman: 154
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2025


Review
Belum ada ulasan.