Deskripsi
Merebaknya isu-isu tentang kesetaraan gender dari berbagai belahan dunia, masih menjadi topik yang eksis diperbincangkan dan mendapat perhatian dalam berbagai aspek kehidupan. Pada umumnya pembahasan tersebut diajukan oleh kaum perempuan yang merasa terdiskriminasi dalam kehidupan sosial, budaya dan agama. Hal itu antara lain disebabkan oleh faktor sosio kultural serta kekeliruan dalam menggunakan pendekatan dalam memahami hadis Nabi yang berbicara tentang perempuan. Dalam banyak hal, pemahaman terhadap hadis yang dimaksud lebih dominan didekati dengan pendekatan tekstual ketimbang melihat aspek konteksnya serta aspek sejarah bagaimana perlakuan terhadap perempuan pada masa Nabi dan masa selanjutnya. Melalui pemahaman tekstual, terdapat sejumlah hadis yang dianggap sebagai merendahkan derajat perempuan dan dikenal dengan istilah hadis-hadis misoginis. Misalnya terdapat hadis yang menyatakan bahwa kaum perempuan sebagai duplikat setan, hadis tentang kaum perempuan paling banyak masuk neraka, hadis tentang perempuan kurang akal dan agama, hadis tentang perempuan fitnah bagi laki-laki, dan lain-lain. Dampak dari pemahaman tersebut, sebagian orang diluar Islam bahkan dalam Islam sendiri meragukan konsep kesetaraan gender yang telah dibangun dan diwariskan oleh Nabi Muhammad Saw. Memuliakan kaum wanita, tidaklah sebatas membebaskan mereka dari penyiksaan, dan penindasan. Islam memuliakan kaum perempuan dari semua aspek, dari hal-hal terkecil. Memuliakan wanita dalam hal pembinaan, motivas, interaksi sosial, status, profesi dan lainnya. Beberapa hadis yang berkaitan dengan wanita seringkali disalah pahami dan di jadikan sebagai alat untuk merendahkan dan menjatuhkan harkat dan martabat wanita, baik hal itu di lakukan oleh kaum laki-laki, maupun oleh kaum wanita itu sendiri.
- Penulis: Dr. Rahman, M.Ag; Prof. Zulfahmi Alwi, S.Ag., M.Ag., Ph.D; Prof. Dr. Ilyas, M.A.
- ISBN: 978-623-08-1477-8
- Halaman: 188
- Ukuran: 15 x 23 cm
- Tahun Terbit: 2024


Review
Belum ada ulasan.