LITERASI 4.0 – DR. AGUS TRIANTO, M.PD. DAN DR. RINA HERYANI, M.PD

Rp59,000

, , Product ID: 30822

Deskripsi

Konsep hakiki literasi banyak disalahpahami, sehingga praktik pendidikan literasi pun menjadi
simpang siur seolah menempuh jalan yang tak jelas arahnya. Akibatnya, kecakapan (literasi)
yang hendak dibangun melalui proses pendidikan literasi tidak kunjung tercapai. Bahasa adalah
perangkat utama yang digunakan untuk mengembangkan dan mencapai tujuan pendidikan
literasi. Oleh karena itu, membangun kecakapan literasi sejatinya adalah meletakkan fondasi
untuk sebuah bangunan serbaguna bernama “kecakapan hidup” melalui pengembangan
keterampilan berbahasa. Di atas fondasi itu diletakkan aneka substansi kecakapan hidup yang
akan senantiasa siap digunakan manakala diperlukan. Buku ini mengajak pembaca untuk
merenungkan dan menilai kembali pemahaman serta praktik pendidikan literasi yang selama
ini diyakini lalu menghubungkannya dengan fenomena serba digital Revolusi Industri 4.0 dalam
program penyiapan sumber daya manusia yang handal dan cemerlang.

Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek.

At a time when we need to reinvent a world of hope, literacy is more important than ever.

Ungkapan Direktur UNESCO, Audrey Azoulay, yang disampaikan pada Hari Literasi Internasional
2020 ini tentu bukan ucapan sloganistis belaka. UNESCO sejak didirikan pada 1946 konsisten
mengenai pembinaan literasi sebagai misi utama. Literasi ternyata bukan semata membaca
dan menulis, meskipun ini tidak sepenuhnya salah karena UNESCO mendefinisikan literasi
paling awal (pada tahun 1958) adalah membaca dan menulis. Definisi kerja (working
definition)—demikian UNESCO—menggunakan istilah ini untuk menjelaskan konsep literasi
yang mengalami perkembangan. Buku ini menjelaskan konseptualisasi literasi dari masa ke
masa yang dikaitkan dengan penggunaannya dalam peradaban kuno hingga modern dan
perkembangan pengkajian teori literasi. Pengertian utama dan mendasar literasi yang
dinyatakan dalam buku berdasarkan kajian bibliografis adalah berbahasa dan_berpikir.
Sebagaimana ungkapan bijak Lao Tzu, filsuf Cina kuno yang menulis Tao Te Ching (“The Way and
Its Power”), bahwa apa yang kita pikirkan akan membentuk bahasa kita, bahasa kita akan
menjadi tindakan, tindakan-tindakan akan membentuk kebiasaan, kebiasaan kita akan menjadi
karakter, dan karakter itu akan menentukan nasib kita. Jadi, sangat jelas bahwa literasi
berkaitan erat dengan karakter. Di otak kita ada bagian yang disebut orbito frontal korteks yang
berfungsi sebagai tempat berpikir diproses dan untuk menentukan nilai baik-buruk. Area ini
sangat berkaitan dengan penalaran dan bahasa. Dengan demikian maka penguatan literasi
akan menguatkan karakter. Pendidikan berbasis literasi adalah pendidikan karakter.

Ir. Hendarman ,M.Sc. Ph.D.
Kepala Pusat Penguatan Karakter,
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

  • Penulis: DR. AGUS TRIANTO, M.PD. DAN DR. RINA HERYANI, M.PD.
  • ISBN: 978-623-231-999-8
  • Halaman: 138
  • Ukuran: 15 X 23 cm
  • Terbit: Cetakan 1, Tahun 2021.

Review

Belum ada ulasan.

Be the first to review “LITERASI 4.0 – DR. AGUS TRIANTO, M.PD. DAN DR. RINA HERYANI, M.PD”

Pin It on Pinterest

Share This