Teori Kritik Sastra Arab – Sukron Kamil

Rp118,000

Apakah Islam dan sastra compatibel (sesuai)? Pertanyaan ini muncul seolah-olah Islam dan sastra tidak ada relasinya. Lihat saja, misalnya, reaksi umat Islam terhadap cerpen “Langit Makin Mendung” karya Kipanjikusmin yang diterbitkan Majalah Sastra pada 1968 atau novelnya Nazib Mahfud, “Aulad Haratina” yang dianggap menghina Tuhan, Islam, dan Nabi Muhammad. Dahsyatnya lagi, reaksi umat Islam terhadap novelnya Salman Rusdi, Satanic Verses (Ayat-ayat Setan), yang menghalalkan darah penulisnya. Sejatinya kontroversi ini tidak perlu terjadi jika pendekatan yang digunakan adalah dengan disiplin kesusastraan.

Namun sayang sekali perkembangan ini tidak dibarengi dengan tersedianya buku daras (textbook) mengenai kritik sastra Arab, lebih-lebih yang berbahasa Indonesia. Yang berkembang saat ini berkaitan dengan sastra Arab hanya pada aspek kebahasaan dan sastra Arab saja, belum menyentuh ranah politik dan budaya Arab. Padahal, dengan semakin besarnya pengetahuan kebudayaan lain akan mempercepat proses dialog kultural masing-masing budaya. Tidak adanya referensi yang memadai, salah satunya, mengakibatkan kurangnya minat dan menurunnya kualitas mahasiswa lulusan Jurusan Sastra Arab.

Buku ini muncul di saat yang tepat di tengah kekosongan buku tentang teori dan kritik sastra Arab yang berbahasa Indonesia. Dengan begitu, buku ini menjadi penting buat para dosen dan mahasiswa Jurusan Sastra Arab di IAIN/UIN maupun universitas umum, pemerhati masalah sastra maupun penggiat sastra. Buku ini memfokuskan pada teori-teori dasar sastra Arab, perkembangan kritik sastra Arab klasik dan modern, dan lain-lain.

  • Penulis: SUKRON KAMIL
  • ISBN: 978-979-769-243-8
  • Halaman: 254
  • Tahun Terbit: 2009
, Product ID: 6062

Pin It on Pinterest

Share This