ARSITEKTUR KOTA TROPIS DUNIA KETIGA

Rp154,000

Negara Dunia Ketiga atau sering diperhalus dengan istilah Nagara Berkembang memiliki permasalahan khas tersendiri yang berbeda dengan negara maju. Meskipun istilah dunia ketiga atau negara berkembang sudah mulai memudar dalam dekade belakangan ini, namun permasalahan yang ada di negara-negara tersebut masih tetap ada dan masih serupa dengan permasalahan 60 tahun lalu ketika negara-negara tersebut baru mulai merdeka.

Permasalahan dunia ketiga merupakan permasalahan khas di negara-negara yang tidak tergabung dalam blok Barat maupun Timur. Dunia ketiga yang begitu populer ketika Bung Karno dan beberapa kepala negara Non Blok memprakarsai Konferensi Asia Afrika pertama di Bandung tahun 1955, bukan saja memiliki ciri sendiri dalam warna politik, namun secara sadar atau tidak sadar memosisikan dirinya dalam kelompok negara berpenghasilan rendah, dengan tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di belakang dunia kedua (Blok Timur) dan dunia pertama (Blok Barat). Tanpa disadari pula secara geografis kelompok dunia ketiga ini umumnya berada di sekitar Equator, yang notabene memiliki karakter iklim Tropis, baik tropis lembap maupun tropis kering.

Arsitektur sebagai salah satu produk karya manusia bukan saja lahir karena konsekuensi iklim setempat, namun arsitektur juga tidak lepas dari latar belakang ekonomi, sosial, politik dan budaya dari tempat di mana ia dilahirkan atau diwujudkan. Demikian pula kota – sebagai kumpulan bangunan dan karya arsitektur – tidak akan lepas dari keterkaitan dengan masalah-masalah tersebut di atas.

  • Penulis: Tri Harso Karyono
  • ISBN: 978-979-769-618-4
  • Halaman: 360
  • Ukuran: 18,5 X 23,5
  • Cetakan: 1, 2013
, Product ID: 6801

Pin It on Pinterest

Share This