NASIONALIME DAN KETAHANAN BUDAYA DI INDONESIA

NASIONALIME DAN KETAHANAN BUDAYA DI INDONESIA

Meningkatkan Nasionalisme Generasi Zaman ‘Now’ Guna Menangkal Pengaruh Negatif Budaya Asing?!

 

Jakarta Rabu,  04 Juli 2018 pukul 08.00 WIB, Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D bersama Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Tri Tito Karnavian Menghadiri Acara Dies Natalis ke-72 tahun 2018 dan Wisuda Sarjana Ilmu Kepolisian Program Pendidikan Strata 1 sebanyak 426 wisudawan dan wisudawati (S1) angkatan ke-71, 72, 73 serta Program Pendidikan Pasca Sarjana (S2) angkatan ke-6 dan (S3) angkatan ke-1 di Auditorium PTIK. Juga dihadiri pula oleh Wakapolri,  Komjen Pol Syafruddin, M.Si. beserta Pejabat Utama Mabes Polri  serta  mantan Kapolri pada massa Jenderal Pol. (P) Prof. Dr. Awaloedin Djamin.

Kegiatan ini tidak lepas dari penelitian dan karya ilmiah. Salah satu alumni STIK-PTIK tahun 1997 yaitu Kombes Pol. Drs. I Ketut Suardana, M.Si. yang juga merupakan alumni di tahun 1997 ini yang sekarang menjabat sebagai Karo SDM Polda Sumutera Utara memberikan sumbangsih pemikiran dan idenya dalam buku yang berjudul Nasionalisme dan Ketahanan Budaya di Indonesia. Buku ini beliau persembahakan untuk Kepolisian RI, dan bangsa Indonesia. Mengingat relevansi dan urgensi isu nasionalisme generasi muda dan ketahanan budaya bangsa untuk generasi zaman ‘now’ buku ini menjadi salah satu buku yang wajib dibaca oleh setiap kalangan dan lapisan.

Dalam kutipan buku ini, Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengatakan: jika kita menginginkan kondusivitas masyarakat Indonesia pada situasi dan kondisi apa pun dalam bentuk ketahanan nasional yang kuat, maka kita tentunya setuju bahwa nasionalisme generasi muda harus dipelihara. Ide mengenai apa itu nasionalisme generasi muda, mengapa isu nasionalisme generasi muda guna mewujudkan ketahanan budaya menjadi penting, serta bagaimana mencapai peningkatan nasionalisme generasi muda dalam konteks pembangunan saat ini, itulah yang ingin disampaikan oleh buku ini.

Buku Nasionalisme dan Ketahan Budaya di Indonesia ini dibagikan ke para Wisudawan Wisudawati dan Petinggi Polri yang serta para tamu lainnya yang lebih dahulu hadir di kegiatan Dies Natalis. Buku ini dicetak oleh percetakan Rajawali Printing dengan jumlah halaman 210 halaman yang isinya sangatlah penting untuk dibaca oleh berbagai kalangan.

Salam nasionalisme, salam hangat untuk negeri ini.

Salam Literasi….

 

Add Comment

Pin It on Pinterest